Headlines News :
Home » » Dunia Dihebohkan, Tim Debat Harvard Dikalahkan Oleh Narapidana

Dunia Dihebohkan, Tim Debat Harvard Dikalahkan Oleh Narapidana

Written By Infobreakingnews on Selasa, 13 Oktober 2015 | 11.39

Boston, infobreakingnews - Ini baru berita. Para pakar dibuat kaget bahkan dunia mengacungkan jempol karena sangat diluar dugaan sekelompok orang yang hidupnya didalam sel penjara dengan fasilitas yang serba terbatasm bahkan sama sekali tidak memiliki akses apapun, tapi ternyata mampu mengalahkan tim debat yang merupakan andalan universitas terkemuka dunia, Harvard.
Lomba debat itu berlangsung di lembaga pemasyarakatan Eastern New York Correctional Facility, sebuah penjara dengan penjagaan maksimum di mana para narapidana bisa mengambil kursus dengan pengajar dari Bard College di dekatnya.
Penjara tersebut telah memebentuk tim debat sendiri dan bulan lalu mereka mengundang tim mahasiswa Ivy League -- julukan Harvard -- yang juga juara debat nasional untuk kompetisi persahabatan.
Tim debat Harvard juga pernah menjadi juara dunia pada 2014. Namun para napi lawan mereka juga punya reputasi sendiri. Dalam dua tahun sejak klub debat penjara berdiri, para napi itu telah mengalahkan tim-tim dari akademi militer terkemuka AS di West Point dan juga University of Vermont. Kompetisi melawan West Point telah dijadikan ajang tahunan dan menciptakan rivalitas.
Para pengajar di Bard College tidak terlalu kaget dengan keberhasilan para napi itu.
“Para mahasiswa di penjara diajarkan standar yang sama persis, juga tingkat ketelitian dan ekspektasi seperti para mahasiswa di kampus utama Bard,” kata Max Kenner, direktur eksekutif Bard Prison Initiative, yang beroperasi di enam penjara New York.
“Para mahasiswa itu serius, Those students are serious. Mereka tidak keder dengan fakultasnya.”
Para mahasiswa di tim Harvard tidak bisa dihubungi untuk diminta pendapat mereka, namun tim itu telah mengunggah komentar di Facebook.
“Tidak banyak tim yang membuat kami merasa lebih bangga ketika kalah di debat dibandingkan dengan tim yang cerdas dan cakap bicara seperti yang kami hadapi akhir pekan lalu,” tulis mereka.
“Dan kami sangat berterima kasih pada Bard dan LP Eastern New York Correctional Facility untuk kerja yang mereka tunjukkan dan kesediaan menyelenggarakan event tersebut.”
Saat melawan Harvard, para napi itu diminta mempertahankan argumen bahwa sekolah-sekolah umum harus menolak para murid yang orang tua mereka masuk Amerika secara ilegal. Padahal secara pribadi mereka menentang argumen itu.
Para napi mengajukan argumen yang tidak disangka oleh tim Harvard, dan akhirnya dewan juri yang netral menyatakan mereka sebagai pemenang.
Para napi itu belajar tanpa internet karena dilarang di penjara dan hanya menggunakan bahan yang disediakan oleh Bard College. Dan ternyata otak manusia pintar didalam penjara itu bisa menjadi luar biasa karena terhimpit dengan ruang waktu, namun pikirannya bisa menjadi sangat fokus jika memikirkan sesuatu secara maksimal.
Artinya martabat gengsi yang tinggi mereka yang sempat kuliah di Harvard yang mendunia itu, kini menjadi renungan yang paling dalam akibat dikalahkan oleh para napi yang terpenjara, namun masih bisa berargumentasi lebih riil nyata ketimbang hebat berteori seperti berkuliah itu. *** Candra Wibawanti.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved