Headlines News :
Home » » Dari Rencana Turunnya Harga BBM Menyusul Wibawah Jokowi Yang Pudar

Dari Rencana Turunnya Harga BBM Menyusul Wibawah Jokowi Yang Pudar

Written By Infobreakingnews on Selasa, 06 Oktober 2015 | 19.42

Presiden RI Yang Paling Disegani
Bandar Lampung, infobreakingnews - Berkali kali Presiden Joko Widodo menyerukan kepada pihak Pertamina agar segera menurunkan harga BBM, baik presmium maupun solar, namun PT Pertamina (persero) menyarankan hanya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang diturunkan pemerintah. Penurunan harga BBM tersebut dinilai mampu memberi stimulus ekonomi saat ini.
Senior Vice President Marketing and Distribution Pertamina M. Iskandar mengatakan BBM Solar dipakai oleh masyoritas transportasi darat sehingga kebijakan menurunkan harga BBM untuk jenis ini dirasa paling tepat. "Kalau mau menstimulus ekonomi ya sebaiknya solar yang diturunkan," kata Iskandar di Bandar Lampung, Selasa (6/10).
Iskandar menjelaskan 90 persen pemakai BBM Solar merupakan angkutan barang dan jasa. Sedangkan 10 persen sisanya kendaraan pribadi. Hal ini berbanding terbalik dengan BBM jenis Premium yang mayoritas digunakan oleh kendaraan pribadi. Selain itu Pertamina masih menanggung kerugian dengan menyalurkan BBM Premium. Oleh sebab itu lebih baik harga BBM Solar saja yang dikurangi oleh pemerintah.
"Premium Ini jangan direndahkan (harga BBM-nya) supaya masyarakat bisa berpola efisien," ujarnya.
Namun Iskandar menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah terkait kebijakan mengurangi harga BBM. Dia bilang pembahasan mengenai harga BBM masih terus berlanjut. Dia pun belum bisa memastikan kapan kebijakan tersebut diumumkan. Saat ini BBM Solar subsidi dibanderol Rp 6.900 per liter.
Kabarnya Solar masih sangat logis jika dalam minggu ini diturunkan dengan harga Rp 6000,-perliternya, namun bocorannya harganya Pertamina memaksakan hanya turun sedikit saja menjadi Rp 6500,- perliter. Memang sejak semula persoalan rencana penurunan harga ini menjadi polemik dimana Gubernur BI Marto yang mustinya tidak memiliki kewenangan dalam menentukan harga BBM pun sempat menentang Presiden lalu menyebutkan agar Jokowi jangan pengen pencitraan saja dan mau populer dipandang rakyat hanya dengan menurunkan harga BBM, yang sudah memiliki aturan baku perkwartal dikaji ulang. 
Sepertinya Gubernur BI sekarang ini sudah terang terangan menentang rencana kebijakan Presiden, karena sadar akan isu yang semakin santer jika dirinya memang bakal dicopot. Kepalang tanggung mungkin Marto pun kagok selon lalu berani menyindir keras Jokowi. Apakah ini merupakan bukti kalau Presiden RI sekarang sudah tidak memiliki wibawah dan harga diri seperti Presiden sebelumnya. 
Banyaknya kegaduhan dalam politik, hukum dan instuisi lainnya membuat rakyat pasrah dan tidak lagi memiliki semangat untuk membela Jokowi sebagaimana awalnya dalam Pilpres lalu. Rakyat semakin sadar untuk semua kondisi yang terjadi sekarang ini, mustinya yang paling memiliki wibawah menjadi Presiden adalah sang jenderal Prabowo yang memiliki kharisma bernegara. *** Budimans.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved