Headlines News :
Home » » Cinta Gila Dan Kesadisan Ini Yang Membuat MA Menjatuhkan Hukuman Seumur Hidup Bagi Sepasang Kekasih Ini

Cinta Gila Dan Kesadisan Ini Yang Membuat MA Menjatuhkan Hukuman Seumur Hidup Bagi Sepasang Kekasih Ini

Written By Infobreakingnews on Minggu, 25 Oktober 2015 | 19.32

Suroso dan Elizabeth Mengenangkan Ade Sara, sang Puti Tunggal.

Jakarta, infobreakingnews - Mahkamah Agung (MA) tampak lebih ganas melihat kasus pembunuhan yang terbilang sadis yang satu ini, karena pelakunya adalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta bercampur rasa cemburu yang membara terhadap korban yang sesungguhnya adalah mantan kekasihnya sendiri. Tapi yang terpaling parah kasus pembunuhan ini terjadi dengan sempurna sadisnya akibat rasa  kecemburuan si cewek yang merasa kawatir jika cowok yang baru direbutnya dari teman karibnya itu, masih akan kembali lagi kepada korban. Lalu ketika sudah mereka bunuh dengan sadis didalam mobil, kedua masih bisa dengan gilanya bercinta didalam mobil, sementara mayat Ade Sara masih membelallak kedua matanya dijok belakang mobil, dekat mereka bercinta, seakan keduanya lebih merasakan sensasional bercinta disamping jasad yang sudah telanjang bugil.

Perempuan pencemburu dan paling ingin korban dibunuh itu adalah Assyifa Ramadhani, mahasiswi semester awal pada sebuah perguruan tinggi wasta di Jakarta, sedangkan sicowok yang memiliki rasa dendam itu adalah Hafitd, yang adalah seorang anak dokter kandungan, dimana bapak sipembunuh sadis ini juga pernah berurusan dengan hukum, akibat maslah praktek obustus (pengguguran kanndungan).

Dari latar belakang keluarga dan darah yang mengalir itulah menjadikan sepasang kekasih ini memiliki potensi manusia pembunuh yang paling kejam, dimana sang korban,Ade Sara, yang merupakan anak satu satunya, tunggal dari pasangan Suroso dan Elizabeth, yang sesungguhnya sanmgat menaruh rasa kasih kepada Hafitd walaupun sudah putus bercinta dengan anak gadisnya.

Inilah yang membuat majelis hakim Mahkamah Agung menjatuhkan hukumannya lebih berat, dari hukuman penjara 20 tahun kepada kedua pelaku menjadi penjara seumur hidup, dan tidak boleh mendapatkan remisi, pengurangan masa tahanan.

Walau kedua pasang kekasih sadis itu masih berumur sangat belia, masing masing 18 tahun usianya, namun MA justru melihat dari sisi sadisnya kedua pelaku telah mengubur dalam garis keturunan pasangan Suroso dan Elizabeth yang sangat menderita seumur hidup, akibat terbunuhnya sang putri tunggal, Ade Sara yang cantik dan memiliki kecerdasan hebat itu.

MA dengan tegas menghukum kedua pelaku dengan menutup rapat-rapat pintu penjara bagi pembunuh Ade Sara yaitu Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani. Keduanya tidak boleh sedetik pun keluar bui, tak berhak mendapatkan remisi dan harus meringkuk di penjara hingga meninggal dunia.


Majelis hakim pada tingkat kasasi Mahkamah Agung yang menangani perkara pembunuhan sadis ini adalah Hakim Agung Dudu Duswara dan Margono. Dan dengan putusan ini maka kedua pembunuh sadis yang walaupun masih sangat berusia muda ini akan terus berada didalam penjara sampai akhir ajal menjemput Sifa dan Afid didalam sel penjara.

Sampai dengan berita ini diturunkan, terlihat kedukaan paling mendalam pada keluarga kedua pelaku, yang tadinya masih terbuka harapan mereka akan bisa berkumpul lagi dengan Hafitd dan Sifa, karena jika hukuman 20 tahun tetap tidak berubah ditingkat paling akhir ini, maka dengan mendapatkan potongan tahanan, remisi, lalu keduanya masih bisa keluar dari sel penjara diusia yang genap 40 tahun, tetapi karena MA sudah berubahnya menjadi penjara seumur hidup, maka keduanya tak akan pernah kembali kembali ditengah keluarga atau masyarakat, karena sampai ajal keduanya berada didalam sel penjara.

Inilah sisi keadilan yang secara matang dilihat oleh sang hakim agung di MA, agar putusan yang dasyat ini bisa menjadi renungan bagi kasus pembunuhan sadis lainnya , yang kini begitu banyak sedang diproses di berbagai pengadilan negeri. 

" Mau dihukum bebas atau dihukum seumur hidup, bagi kami....tetap saja keadaan tidak bisa mengubah hidup kembali Ade yang kami kasihi." ungkap Elizabeth dengan berurai airmata, perempuan berwajah ayu, ibu kandung almarhum Ade Sara, kepada infobreakingnews.com, Minggu (25/10/2015) yang ditemui dirumah kontrakannya dikawasan Jakarta Timur. *** Nadya Emilia.



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved