Headlines News :
Home » » 119 Warga Asing Yang Hobby Menipu Lewat Internet Ditangkap Bareskrim Polri

119 Warga Asing Yang Hobby Menipu Lewat Internet Ditangkap Bareskrim Polri

Written By Infobreakingnews on Rabu, 21 Oktober 2015 | 15.05

Jakarta, infobreakingnews - Maraknya belakangan ini penipuan melalui online yang dilakukan para imigran gelap dari Cina dan beberapa negara lainnya di Indonesia, membuat kerja keras Subdit IT dan Cybercrime Bareskrim giat memonitor penipuan dengan tehnologi tinggi lalu berhasil menangkap dan menggeledah 119 warga Tiongkok dan Taiwan, pelaku tindak pidana telecommunication fraud di lima lokasi terpisah, Senin (19/10) dan Selasa (20/10).
"Kita lakukan penangkapan secara serentak di lima lokasi di Cirebon, Surabaya, dan Bali. Penangkapan dilakukan atas permintaan Criminal Investigation Department Ministry of Public Security China," kata Kasubdit Cybercrime Bareskrim, Kombes Rahmad Wibowo, Jakarta, Rabu (21/10).
Rincian pelaku yang ditangkap itu, untuk TKP di Jalan Pemuda, Cirebon, ada 18 orang yang ditangkap, terdiri atas tiga perempuan dan 15 laki-laki. Di TKP Jalan Wahidin, Cirebon, ada 23 orang (11 laki-laki dan empat warga negara Tiongkok, tiga perempuan, dan lima wargaTaiwan).
Di TKP Hotel Ciputra World, Surabaya dibekuk 32 orang (delapan perempuan dan 24 laki-laki, yang terdiri atas enam wargaTaiwan dan 26 wargaTiongkok).
Di TKP Srikrisna Kuta, Bali dibekuk 23 orang (16 warga Tiongkok, yang terdiri atas lima wanita dan 11 lelaki, serta tujuh warga Taiwan, yaitu satu perempuan dan enam laki-laki).
Sementara, dari TKP Jalan Dewisri Kuta, Bali, diamankan 23 orang, yang terdiri dari 21 laki-laki dan dua perempuan.
"Barang bukti yang disita, antara lain, 88 HP, 49 paspor, uang Rp 174.300.000, 27.9000 dollar Hong Kong, 682.300 dollar Taiwan, US$ 1.000, 12.700 yuan Tiongkok, dan lainnya," tambah Rahmad.
Para tersangka akan dibawa ke Jakarta dan diserahkan kepada Ditjen Imigrasi, karena telah menyalahgunakan izin tinggal sebagaimana diatur dalam Pasal 122 UU 6/2011 tentang Keimigrasian.
Untuk selanjutnya, mereka akan di deportasi ke Tiongkok dan ke Taiwan guna dilakukan penyidikan terhadap tindak pidana telecommunication fraud. Korban kejahatan bukan WNI, melainkan warga Tiongkok dan Taiwan di negara mereka.*** Johanda Sianturi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved