Headlines News :
Home » » Sudah Saatnya Kemenag Tidak Lagi Mengurusi Dana Wakaf

Sudah Saatnya Kemenag Tidak Lagi Mengurusi Dana Wakaf

Written By Infobreakingnews on Senin, 14 September 2015 | 12.29

Ledia Hanifa

Jakarta, infobreakingnews - Kenyataannya dana wakaf acapkali dijadikan topeng bagi penjahat korupsi dengan berbagai embel-embel keagamaan, karena itulah anggota Komisi VIII DPR Ledia Hanifa meminta Kementerian Agama (Kemenag) tidak menjadi operator atau penyalur wakaf. Namun, tetap pada tugas pokok dan fungsinya sebagai regulator wakaf.


“Cukuplah berbagi tugas, siapa yang bereran sebagai regulator siapa yang berperan sebagai operator. Penyaluran wakaf produktif seharusnya dilakukan Badan Wakaf Indonesia, bukan Kemenag,” kata Ledia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Ledia, seharusnya ada penataan birokrasi agar wakaf produktif dapat dikelola dengan baik. “Harus ada penataan birokrasi agar amanah umat dapat dikelola negara dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Mengurus wakaf, kata Ledia, bukanlah persoalan mudah. Banyak hal harus ditempuh agar tidak mendatangkan masalah di kemudian hari.

"Contohnya Kantor Urusan Agama di Bandung yang berasal dari tanah wakaf, kemudian dijual oleh ahli waris orang yang mewakafkan tanah tersebut. Kewajiban Kemenag untuk melakukan semacam MoU (memorandum of understanding) dengan Badan Pertanahan Nasional agar tanah itu bersertifikat," jelasnya.

Digitalisasi sistem, menurut anggota legislatif dari daerah pemilihan Jawa Barat I ini bisa menjadi solusi masalah pencatatan akta wakaf yang selama ini dilakukan KUA. "Harus ada suatu sistem digital yang dipelihara dan dijaga secara terus-menerus," tuturnya. *** Johanda Sianturi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved