Headlines News :
Home » » Satu Orang Mati Bunuh Diri Tiap 40 Detik

Satu Orang Mati Bunuh Diri Tiap 40 Detik

Written By Infobreakingnews on Jumat, 11 September 2015 | 11.44

Jakarta, infobreakingnews - WHO mencatat setiap tahun ada sekitar 800 ribu orang mati karena bunuh diri atau setiap 40 detik satu orang mati karena bunuh diri. Sedang di Indonesia diperkirakan 4,3 persen orang mati bunuh diri setiap tahunnya.

Direktur Kesehatan Jiwa, Eka Viora Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes mengatakan bahwa bunuh diri telah menjadi penyebab kematian nomor dua pada penduduk usia 15-29 tahun.
“Ini sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat dibanyak negara termasuk Indonesia,” kata Eka Viora pada diskusi media bertema mencegah bunuh diri: mengulurkan tangan dan menyelamatkan jiwa.
Menurutnya bunuh diri merupakan masalah yang kompleks karena tidak diakibatkan oleh penyebab atau alasan tunggal. Tindakan bunuh diri adalah akibat dari interaksi yang kompleks dari faktor biologik, genetik, psikologik, sosial, budaya dan lingkungan.
Dr Priska Primastuti, dari WHO menyebutkan bahwa ada banyak cara dilakukan orang untuk mengakhiri hidupnya. Tetapi data menyebutkan bahwa meminum racun dan gantung diri menjadi cara terbanyak yang ditempuh orang untuk bunuh diri.
Diakui sebenarnya kasus bunuh diri bisa dicegah. Karena gejala orang yang hendak melakukan bunuh diri bisa dideteksi sejak dini. Misalnya kehilangan semangat hidup, depresi, menunjukkan penurunan minat pada hobi, seks atau yang lainnya, kehilangan kepercayaan diri, merasa bersalah, malu, tak berharga, tak berdaya dan putus asa.
Sementara itu dr Albert Maramis, dari Perhimpunan Sokter spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia mengatakan pencegahan bunuh diri bisa dilakukan oleh orang-orang disekitar, lingkungan dan tenaga medis.
“Dengan mengetahui seseorang yang akan berusaha atau kemungkinan berpikir tentang bunuh diri, maka kita dapat membantu melakukan pencegahan agar mereka tidak bunuh diri,” jelasnya.
Petugas kesehatan pun perlu mengetahui ciri atau faktor risiko individu yang rentan untuk melakukan bunuh diri atau percobaan bunuh diri. Riset menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk mengidentifikasi individu yang akan bunuh diri, jika petugas kesehatan peka terhadap kata-kata atau perilaku dan tanda-tanda yang ditunjukkan oleh calon pelaku bunuh diri.
Mengingat pentingnya peran dari banyak elemen, tak hanya tenaga kesehatan, yang harus peduli pada pencegahan bunuh diri, maka slogan yang  berbunyi "Pencegahan Bunuh Diri: Satu Dunia yang Terhubungkan." merupakan tema Hari Kesehatan Mental yang jatuh setiap 10 September. *** Yakob Pranata
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved