Headlines News :
Home » » Rekening Masih Diblokir, Akil Mochtar Tolak Bersaksi di Tipikor

Rekening Masih Diblokir, Akil Mochtar Tolak Bersaksi di Tipikor

Written By Infobreakingnews on Senin, 21 September 2015 | 19.26


Jakarta, infobreakingnews - Terpidana kasus suap penanganan gugatan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar menolak memberi keterangan sebagai saksi pada perkara dugaan suap Pilkada Pulau Morotai dengan terdakwa bupati setempat, Rusli Sibua.

Penolakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut disebabkan karena hingga kini rekening milik keluarganya masih diblokir KPK. Padahal menurutnya, berdasarkan putusan pengadilan yang kini telah berkekuatan hukum tetap tersebut, rekening itu bukan termasuk barang sitaan dan tidak disita.

"Saya tidak bersedia menjadi saksi dalam perkara ini," ucap Akil Mochtar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2015).

"(Rekening) Istri saya. Yang kedua ada dua rekening saya gaji saya di DPR, dalam putusan perkara tidak dilakukan penjatuhan hukuman, dirampas untuk negara atau apa pun. Itu juga tidak dibuka rekeningnya. Lalu ada rekening anak saya dua," lanjut Akil.

Akil mengaku bahwa ia sudah berulang kali mengirim surat kepada pihak KPK agar tabungannya bisa digunakan. Namun, lembaga antikorupsi itu memberikan bermacam alasan yang membuat hingga kini rekeningnya tetap diblokir.

"Tapi tidak ada penyelesaian sampai hari ini. Kalau negara bisa memperlakukan kami seperti ini, kami juga tidak bersedia untuk berbuat baik kepada negara," keluh Akil.



Selain persoalan rekening, alasan Akil menolak untuk bersaksi dikarenakan ia menganggap keterangannya sudah tidak lagi relevan dalam kasus tersebut.

"Dalam perkara saya sudah dijatuhi pidana dan salah satu di antaranya saya terbukti dalam perkara ini. Oleh karena itu menurut saya tidak relevan lagi keterangan saya," imbuh Akil.

Ketua Majelis Hakim Supriyono sempat membujuk agar mantan anggota Komisi III DPR dari Partai Golkar itu mau memberikan keterangan terkait suap Pilkada Pulau Morotai.

"Wajib memberikan keterangan dan saudara memberikan keterangan yang benar. Saudara kan mulia dan ada kewajiban untuk memberikan terang," ucap hakim.

Namun, bujukan tersebut tidak membuahkan hasil dan Akil tetap enggan untuk bersaksi. Terpidana seumur hidup ini bahkan meminta pengadilan untuk menggunakan berita acara pemeriksaan (BAP) miliknya jika membutuhkan keterangan.

"Yang mulia, bagi saya, tidak ada artinya kemuliaan, itu kamuflase, saya tidak mau bersaksi kalau tidak memberikan seperti itu. Terserah apa yang akan terjadi pada saya saya tetap menolak untuk memberikan saksi. Silakan dibaca saja Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saya pak," jawab Akil.

Majelis hakim akhirnya memutuskan untuk menunda pemeriksaan Akil Mochtar sebagai saksi.

"Untuk sementara jadi saksi kita tangguhkan, sambil menunggu perkembangan selanjutnya. Memang itu tidak ada hubungannya, tapi kita menghargai. Jadi kita tangguhkan dulu," tandas hakim Supriyono. ****Any Christmiaty



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved