Headlines News :
Home » » Persidangan Jero Wacik Mengungkap Keterlibatan Pemimpin Redaksi Indopos Terima Uang Berita Pencitraan

Persidangan Jero Wacik Mengungkap Keterlibatan Pemimpin Redaksi Indopos Terima Uang Berita Pencitraan

Written By Infobreakingnews on Rabu, 23 September 2015 | 09.59

Jakarta, infobreakingnews - Barulah terungkap secara jelas dipersidangan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, adanya keterlibatan media besar sekaliber Grup Jawa Pos, milik Dahlan Iskan, dimana harian Indopos yang pemimpin redaksinya Don Kardono, seorang wartawan senior yang selama ini dinilai cukup profesional, ternyata ada main dengan terdakwa Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik .
Jero Wacik menggunakan uang negara yang ada di Kementerian ESDM untuk biaya pencitraan melalui media harian Indopos. Jero meminta Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM saat itu, Waryono Karno, untuk menyediakan uang tersebut.
Waryono kemudian mengadakan rapat yang diikuti sejumlah bawahannya beserta Muhammad Noer Sadono alias Don Kardono, Pemimpin Redaksi Indopos.
Hebatnya kasus ini belum pernah terungkap dalam pemeriksaan ketat yang dilakukan KPK, entah karena gentar menghadapi wartawan kawakan sekaliber Don Kardono. Hal ini menjadi cibiran dunia wartawan karena sesungguhnya tak ada yang bisa kebal terhadap hukum.
"Waryono menjelaskan bahwa Don akan membantu meningkatkan pencitraan Kementerian ESDM, termasuk terdakwa selaku menteri, melalui Indopos," ujar jaksa Dody Sukmono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (22/9/2015).
Jaksa mengatakan, setelah itu dibuatlah kontrak kerja sama antaraIndopos dan Kementerian ESDM pada tahun 2012-2013, yang ditandatangani oleh Don dan Ego Syahrial selaku Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian ESDM. Dalam perjanjian itu, biaya yang disepakati sebesar Rp 3 miliar untuk satu tahun.
Adapun kegiatan pencitraan itu meliputi konsultasi pengembangan isu, perencanaan berita, reportase, pengeditan, sampai penayangan berita positif ESDM di tiga media Grup Jawa Pos, yakni Indopos, Rakyat Merdeka, dan Jawa Pos.
Pemberian uang dilakukan secara bertahap, pertama kali pada 19 Januari 2012 sebesar Rp 250 juta. Uang tersebut diberikan Ego kepada Don di ruang kerjanya. Pemberian selanjutnya dilakukan pada 20 Februari 2012 sebanyak Rp 250 juta.
Tiga hari kemudian, dilakukan pembayaran lagi sebesar Rp 500 juta kepada Don. Pemberian uang terus dilakukan hingga sekitar akhir Februari atau awal Maret 2012. Don menerima uang Rp 2,5 miliar. 
"Kekurangan uang Rp 500 juta belum dibayarkan kepada Don karena uang kickback dari rekanan penyedia jasa konsultasi di Setjen ESDM tidak mencukupi jumlahnya," kata jaksa.
Atas perbuatannya, Jero dijerat Pasal 12 huruf e atau Pasal 11 joPasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana.
Dengan begitu jelas fakta yang terungkap didalam persidangan, maka lengkaplah kedok Jero Wacik yang didakwa menggelapkan dana ESDM puluhan miliar rupiah itu juga melibatkan wartawan senior yang ternyata masih doyan menerima uang haram lewat gaya pemberitaan yang mencitrakan positip prilaku korup seorang menteri Jero, yang harus mendekam lama disel penjara. *** Emil Foster Simatupang.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved