Headlines News :
Home » » Pengangkatan Buwas Sebagai Kepala BNN Serta Anang Iskandar Sebagai Kabareskrim

Pengangkatan Buwas Sebagai Kepala BNN Serta Anang Iskandar Sebagai Kabareskrim

Written By Infobreakingnews on Jumat, 04 September 2015 | 12.28


Jakarta, infobreakingnews -  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Anang Iskandar bertukar posisi dengan Kabareskrim Komjen Budi Waseso alias Buwas berdasar TR ST 1847/IX/2015. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sudah mengantongi surat Keputusan Presiden (Keppres) pengangkatan Komjen Budi Waseso (Buwas) sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Buwas untuk menggantikan Anang Iskandar yang bertukar posisi menjadi Kabareskrim.

"Ya, kita kan sudah terima Keppres tentang pemberhentian Komjen Anang sebagai Kepala BNN dan juga pengangkatan Pak Budi Waseso sebagai Kepala BNN. Itu sudah ada Keppresnya," kata Badrodin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).


Proses pergantian Buwas menjadi Kepala BNN ditegaskan Badrodin adalah hal biasa. Selain untuk kepentingan organisasi, Buwas ditempatkan di BNN lantaran punya kinerja yang bagus. "Karena itu kita uji di bidang yang lain," jelas Badrodin.

Adapun soal pengangkatan Anang Iskandar sebagai Kabareskrim, Badrodin membantah Anang turun jabatan. Menurut dia, jabatan Anang dan Buwas sama-sama bintang tiga dengan golongan eselon I A. Menurut dia, penempatan Anang di pos baru bukan penurunan pangkat. "Sama,
Kabareskrim juga eselon I A, jadi enggak ada masalah," tegas dia.

Pergantian Kepala Bareskrim Komjen Budi Waseso tercantum dalam surat bernomor ST/1847/IX/2015 tertanggal 3 September 2015.

Selain itu, disebut pula Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Victor Simanjuntak yang memasuki masa pensiun. Victor yang pernah mengancam akan mengundurkan diri jika Budi Waseso dicopot dari jabatan Kabareskrim, digantikan Brigjen Bambang Waskito yang sebelumnya menjabat Karobinops SOPS Polri. 


Menurut Budi Waseso alias Buwas  ada setidaknya 67 kasus korupsi dan kasus-kasus pidana tertentu dan umum yang akan dia berikan pada penggantinya.
"Saya jadi kepala BNN. Ini (jabatan) langsung di bawah presiden. Jadi ini reward. Ini wujud nyata enggak ada yang dilengserkan," tegasnya dan mengatakan jika dia belum sempat berkomunikasi dengan Anang.
Kendati akan pindah kantor, Buwas menjamin jika sesuai namanya yang Buwas maka dia akan tetap menjadi Buwas.
"Namanya Buwas tetap Pak Buwas. Teman-teman lihat nanti saya di BNN. Saya akan lakukan mappinginternal, kesiapan tugas di BNN. Ini tantangan karena menyangkut mafia dan sindikat narkoba yang sama dengan korupsi. Kita harus tegas," lanjutnya.
Buwas juga tidak percaya jika pergantiannya itu sebagai skenario untuk menutup kasus-kasus yang selama ini dia sidik.
Kasus-kasus itu sudah diketahui media dan media bisa mengontrol kerja polisi agar lebih baik, itulah alasan Buwas tetap akan Buwas.*** Any Christmiaty J
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved