Headlines News :
Home » » Pemerintah Diminta Tegas Soal Pembakaran Hutan

Pemerintah Diminta Tegas Soal Pembakaran Hutan

Written By Infobreakingnews on Jumat, 11 September 2015 | 11.27

Jakarta, infobreakingnews - Pemerintah harus  bertindak tegas dalam penegakkan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan. Hal ini dikarenakan kasus pembakaran lahan dan hutan ini tak hanya terjadi satu atau dua kali, melainkan hampir tiap tahun terjadi.
“Kasus ini hampir selalu terjadi setiap tahun, sampai puncaknya saya ingat tahun 1997-1998. Data menunjukan sekitar 11 juta hektar lahan terbakar,” kata Pakar Hukum Lingkungan Laode Muhammad Syarif, di Bakoel Koffie Cikini, Jalan Cikini Raya No. 25, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2015)
Oleh karena itu, pemerintah diminta bertindak tegas dengan menegakkan hukum secara pidana dan perdata terhadap para pelakunya.
Laode Muhammad Syarif mengatakan, Indonesia harus mampu menegakkan hukum di bidang lingkungan, termasuk pembakaran hutan. Pelanggaran ini bukanlah hal baru dan mesti diakhiri.
Kebakaran hutan dan lahan bukanlah hal baru. Pakar hukum lingkungan dari Universitas Hasanudin Makasar ini mengatakan sejak 1980-an, rata-rata lahan yang terbakar dua hingga tiga juta hektare.

Kebakaran hutan dan lahan pada 1997-1998 masuk dalam kategori kerusakan lingkungan terbesar di dunia. Beberapa presiden Indonesia pada masanya pernah meminta maaf karena kebakaran hutan dan lahan.

"Yang terjadi waktu itu presiden Soeharto minta maaf kepada negara tetangga, hampir semua negara Asean. Megawati (Soekarnoputri) dan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) juga pernah minta maaf, memang tidak 11 juta hektar, sekitar 3 hingga 5 juta hektar," tuturnya.

Laode mengatakan permintaan maaf presiden itu dianggap negara tetangga sebagai penerimaan kesalahan. Penegakan hukum agar kasus kebakaran hutan tidak terus berulang.***Johanda Sianturi
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved