Headlines News :
Home » » OC Kaligis Ajukan Judicial Review 3 Pasal UU KPK Ke MK

OC Kaligis Ajukan Judicial Review 3 Pasal UU KPK Ke MK

Written By Infobreakingnews on Senin, 14 September 2015 | 12.21

Jakarta, infobreakingnews - Pengacara senior OC Kaligis (OCK) melalui kantor pengacara OCK mengajukanjudicial review tiga materi gugatan sekaligus kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Judicial review yang diajukan ke MK, masing-masing Pasal 46 dan 45 Ayat (1) Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang keabsahan penyidik KPK, serta salah satu pasal KUHAP terkait penyidikan.
“Berdasarkan konfirmasi dari kantor OCK benar bahwa mereka sudah mengajukan permohonan pengujian materiil ke MK sekitar empat minggu yang lalu untuk Pasal 45 Ayat (1) dan 46 UU KPK serta satu lagi dari kuhap terkait dengan penyidikan,” kata salah satu pengacara OC Kaligis, Humphrey Djemat, kepada infobreakingnews.com,  di Jakarta, Senin (14/9).
Judicial review itu terdaftar atas tiga nomor gugatan, yakni nomor gugatan 107, 108, dan 109. Persidangan perdana judicial review OC akan digelar Rabu (16/9) petang dengan agenda pemeriksaan pendahuluan. Gugatan yang dilayangkan disampaikan langsung atas nama Kantor OCK.
Berdasarkan webs MK, OC Kaligis akan diwakili kuasa hukumnya YB Purwaning dalam mengajukan gugatan judicial review dengan nomor perkara 109/PUU-XIII/2015. Salah satu pasal yang digugat, yakni Pasal 45 Ayat (1) UU KPK tentang keabsahan penyidik KPK. Dalam pasal tersebut, frasa "penyidik" pada Pasal 45 Ayat (1) UU KPK multitafsir karena tidak ada penjelasan mengenai rumusan norma hukum yang mengatur tentang siapa yang dimaksud dengan jabatan penyidik KPK.
Saat ini, OC Kaligis sendiri masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Yang bersangkutan didakwa telah memberikan uang kepada hakim serta panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan dengan maksud untuk memengaruhi putusan perkara.
Kaligis didakwa bersama dengan Moh Yagari Bhastara Guntur alias Gary, Gatot Pujo Nugroho, dan Evy Susanti, telah memberi uang kepada Tripeni lrianto Putro, selaku hakim PTUN sebesar SGD 5.000 dan US$ 15.000 kepada Dermawan Ginting dan Amir Fauzi selaku hakim PTUN, masing-masing sebesar US$ 5.000, serta Syamsir Yusfran selaku panitera PTUN sebesar US$ 2.000. *** Mil.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved