Headlines News :
Home » » Mustinya Jokowi Tanggap Terhadap Jeritan Tangis Para Manula Pensiunan TNI Yang Tergusur

Mustinya Jokowi Tanggap Terhadap Jeritan Tangis Para Manula Pensiunan TNI Yang Tergusur

Written By Infobreakingnews on Senin, 07 September 2015 | 09.51


Jakarta, infobreakingnews - Belakangan cukup banyak penghuni komplek perumahan TNI yang selama puluhan tahun telah dihuni oleh para prajurit nya hingga purna bakti,kini dipaksa keluar dari rumah huniannya tanpa pergantian tempat tinggal bagi para pensiunan yang sepanjang karier nya membela Korp TNI terbilang setia dan penuh pengabdian.

Sepertinya ada yang salah menset para penguasa dan petinggi TNI sehingga tidak bisa mencari solusi lain selain menggusur para keluarga pensiunan setia yang rata rata hidupnya hanya menghandalkan uang pensiunan.

Setelah minggu lalu menggusur puluhan rumah di kompplek TNI Cibubur, kini petinggi TNI sedang menggusur paksa para pensiunan TNI di perumahan komplek TNI Rawa Belong Jakarta dan terpantau sekitar 20 orang lanjut usia berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan pintu gerbang perumahan. Mereka dan sekitar 10 orang yang lebih muda itu sedang menghadang personel Kodam Jaya TNI yang katanya bakal mengosongkan rumah mereka.

Itu terjadi di pintu gerbang Perumahan Perwira Markas Besar Angkatan Darat (Mabad), Rawa Belong, Jakarta Barat, Senin (7/9/2015).

Seorang pendemo yang lebih muda, yakni Tomi (42) menjelaskan ada 60 rumah yang terancam kena pengosongan rumah oleh pihak TNI. Nantinya, perumahan ini akan dialih-hunikan kepada anggota TNI sekarang. 

"Kami sudah tinggal lebih dari 40 tahun di sini," kata Tomi.

Menurut mereka, perumahan ini dibangun bukan untuk rumah dinas yang ditempati bergantian per periode, melainkan dibangun untuk ditempati anggota ABRI dan keluarganya sepanjang waktu.

Aksi demonstrasi ini menjadi pusat perhatian orang-orang yang lalu lalang di Jalan Rawa Belong pagi ini. Namun lalu lintas menuju arah Universitas Binus tak terlalu macet. Polisi berjaga di depan kompleks.

Presiden Jokowi mustinya terpanggil hatinya untuk menegur para petinggi TNI yang otak pikirannya hanya berisi menggusur para pensiunan TNI yang rata rata tak berfaya dan sudah manula, bukankah Bangsa yang besar adalah bangsa yang harus menghargai jasa para pahlawannya yang sudah berjasa buat republik ini ? Atau apakah ini hanya merupakan slogan pemanis belaka yang menyakitkan bathin anak bangsa. *** Candra Wibawanti.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved