Headlines News :
Home » » KPK Ingin Beratkan Fadli Zon, Malah Lebih Dilecehkan

KPK Ingin Beratkan Fadli Zon, Malah Lebih Dilecehkan

Written By Emil Foster Simatupang on Selasa, 15 September 2015 | 21.00


Jakarta, infobreakingnews - Semua orang tahu kalau sejak dulu KPK sangat direndahkan Fadli Zon, dan karena itu terlalu mencolok juga jika KPK akhirnya ingin mencari sensasi seakan serangan deras dari medsos terhadap Setya dan Fadli yang bertemu calon Presiden Amerika Donald Trump menjadi titik balik KPK ingin meminta laporan dari semua rombongan yang ke AS karena dikabarkan mendapat hadiah Topi kenangan dari Trump.

Wajar saja jika Fadli yang sejak dulu sudah menunjukan ketidaksukaannya terhadap perilaku hebat orang KPK, langsung menyerang balik KPK dengan sindirian yang sesungguhnya sangat mengena, karena terlalu naif juga jika KPK terlalu perduli dengan Topi kenangan Trump yang harganya tidak termasuk nilai hukum gratiifikasi ala KPK, sementara banyak kasus mega korupsi yang tidak mampu disentuh KPK, bahkan terlalu banyak yang sudah lama dinyatakan sebagai tersangka, tapi sampai kini masih juga belum masuk persidangan.


"Sudahlah, KPK fokus saja sama kerjanya. Sudah fokus tidak perlu ikut campur masalah ini," kata Fadli kepada infobreakingnews.comdi Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Saran KPK ini justru dilihat Fadli sebagai upaya menyinggung masalah politik dan menggiring opini. Apalagi, Fadli dan Setya memang banyak diserang karena pertemuannya dengan Trump.

"Jangan ikut-ikut berpolitik, jangan mau mengikuti pengiringan opini," tegas Fadli yang melihat seringkali KPK bermanuver politik, padahal lagaknya piur hukum.

Dia mengaku hal ini semakin tidak penting lagi karena Fadli tidak tahu di mana bingkisan dari Trump itu. Hal ini semakin tidak penting untuk dibahas. Mustinya KPK harus malu dan semakin tau diri kalau sesungguhnya harus fokus pada kasus besar yang meruugikan negara, bukan mencampuri masalah sepele yang tidak ada nilai gratifikasinya seperti harga Topi yang secara umum para rombongan anggota DPR itu tidak juga menyukai model topi koboi Trump, malah mustinya KPK tidak perlu mewarnai kegaduhan yang sudah sangat memuakan rakyat belakangan ini sehingga memicu nilai rupiah yang semakin anjlok dan usaha rakyat semakin berat ditambah lagi korupsi semakin menggila.*** Yohanes Suroso.



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved