Headlines News :
Home » » Ini Rahasia Ahok Tidak Pernah Merasa Gentar Menantang KPK

Ini Rahasia Ahok Tidak Pernah Merasa Gentar Menantang KPK

Written By Infobreakingnews on Jumat, 18 September 2015 | 12.08


Jakarta, infobreakingnews - " Dengan selalu mengucap rasa syukur atas kebaikan dan perlindungan Tuhan lah, yang membuat saya sejak berkarier di Birokrat sama sekali tidak tergiur dengan ajakan bermain suap apalagi menerima suap. Disamping bekal dari orangtua saya yang memang sudah berkecukupan sejak lahir, harta peninggalan orangtua kami rasanya sudah cukup mensejahterahkan anak cucunya sampai tujuh turunan. Buat apalagi menyelewengkan jabatan untuk segepok uang.* kata Tjahaya Basuki Purnama atau yang akrab dipanggil Gubernur Ahok.

Sudah pasti banyak godaan bakal dialami seorang kepala daerah di kota besar. Di antara godaan itu, godaan pundi-pundi rupiah yang nilainya sangat fantastis dan nyaris tidak terbendung.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki kutipan obrolan Joko Widodo dengan temannya yang menjadi pengusaha besar di negeri ini. Obrolan itu mengenai godaan yang menggiurkan sebagai kepala daerah. Apalagi Dana Anggaran buat Jakarta tiap tahun berkisar Rp 150 triliun itu.

"Kalau saya mau sombong sedikit, saya punya teman banyak bos-bos gede. Kita makan. Dia bilang gini sama saya. 'Eh gue dua hari lalu ketemu Pak Jokowi. Kata si bos ini. Ngomong apa? Wah dia bilang gini. Saya kenapa dukung sekali Gubernur DKI (Ahok). Pak Jokowi bilang, jadi Gubernur DKI mau nilap Rp2 triliun mah gampang. Enggak usah dari APBD. Dari bos-bos properti saja dapat. Makanya saya suka sama Gubernur DKI itu. Enggak satu sen pun dia ambil," kata Basuki yang akrab disapa Ahok di Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (18/9/2015).

Ahok menuturkan, saat masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI, dirinya pernah mendapatkan tawaran senilai Rp10 miliar untuk satu kasus, tiga kasus Rp30 miliar dan berlaku kelipatan. Penawaran itu sebagai uang tutup mulut dan tidak untuk membantu kelancaran suatu kepentingan pengusaha tertentu.

"Dia enggak usah bantu kita, enggak usah banyak ngomong saja dalam rapat, Rp30 miliar. Lumayan dong buat Ahok yang miskin dapat uang segitu, pulang kampung," kata Ahok menirukan obrolan teman pengusahanya yang ingin menyuap.

Ahok menegaskan, semua orang punya harga dan nilainya masing-masing. Dirinya bisa saja meminta jumlah uang lebih dari para pengusaha nakal tersebut. Ahok pun bukan sosok yang antisuap. Dirinya bisa disuap, asal nyawa yang menjadi bayarannya.

"Ini kenapa saya cerita seperti ini. Kalau kita mau mempunyai wibawa, harga diri, di hadapan orang kaya sekalipun, ketika kita tidak menerima suap. Dia tahu harga kita berapa," tegas dia. 

Inilah yang membuat Ahok tidak pernah gentar dengan aparat hukum semacam KPK yang belakangan sangat rajin menyadap HP para kepala daerah, guna memonitor peredaran nafsu suap berkorupsi ria.Bahkan Ahok berulangkali dihadap banyak media menantang silahkan KPK mencari kasus korupsi Ahok sampai kelobang semutpun, karena merasa bersih dan sudah lama merindukan keteraturan ibukota sekaligus menaikan taraf hidup rakyat miskin di Jakarta. 

Orang seperti Ahok jelas tidak disukai para maling koruptor, dan Ahok sangat sadar hal itu, namun menurut Ahok jika sudah mampu menyenangkan hati Tuhan sang Pencipta dan menyenangkan rakyat miskin, itu sudah cukup baginya karena sejujurnya penghasilan yang dia terima sebagai Gubernur tidak bakal habis dimakan anak isterinya. Mau apa lagi ? Haruslah selalu bersyukur sama Tuhan, biar nggak serakah kayak mereka yang sekarang sudah menjadi penghuni penjara dan bentar lagi kalo mati bakal jadi penghuni neraka lah " pungkasnya dengan mata berbinar, tapi tidak ada bercak minyak babi diwajah Ahok yang sangat takut akan Tuhan. *** Candra Wibawanti.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved