Headlines News :
Home » » Hargai Kedelai Naik, Perajin Tahu Hentikan Produksi

Hargai Kedelai Naik, Perajin Tahu Hentikan Produksi

Written By Infobreakingnews on Minggu, 13 September 2015 | 17.47

Palembang, infobreakingnews - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada harga produksi tahu yang semakin tinggi hingga pengrajin tahu di Palembang, Sumatera Selatan berencana menghentikan produksi sementara.
"Kegiatan produksi beberapa hari ke depan direncanakan akan dihentikan sementara karena harga kedelai sekarang ini melambung hingga 9.200 per kilogram atau melampaui batas harga keekonomian untuk usaha maksimal Rp8.750 per kg," kata Merry, perajin tahu di Jalan Salam kawasan Padang Selasa Bukit Besar Palembang, Minggu (13/09/2015).
Menurutnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolas AS mengakibatkan biaya produksi membengkak karena bahan baku utama yaitu kedelai merupakan barang impor.
Harga kacang kedelai dalam kondisi normal yang biasanya berkisar sekitar Rp7.000 per kg, sebulan terakhir mengalami beberapa kali kenaikan sebesar Rp300 hingga Rp1.000 per kg, dan bahkan sekarang melampaui batas keekonomian Rp9.000 ke atas per kilogramnya.
Harga kacang kedelai pada posisi Rp 9.000 per kg sudah sangat memberatkan perajin, apalagi jika melebihi dari harga tersebut bisa membuat kegiatan usaha merugi.
Sekarang ini kegiatan produksi masih bisa berjalan karena sebagian bahan baku merupakan stok lama, namun dalam beberapa hari akan habis, sehingga kegiatan produksi akan dihentikan jika tidak segera terjadi penurunan harga kedelai.
"Tidak mungkin bisa menjalankan usaha dengan harga kedelai sekarang ini," katanya.
Jika dipaksakan pun dapat merugikan karena dengan bahan baku mahal biaya produksi tinggi, sementara dalam kondisi ekonomi sulit sekarang ini tidak memungkinkan menaikkan harga. ***Candra Ha Wibawanti
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved