Headlines News :
Home » » Gatot Balas Dendam Dan Akan Ungkap Kasus Baru Di Sumut

Gatot Balas Dendam Dan Akan Ungkap Kasus Baru Di Sumut

Written By Infobreakingnews on Rabu, 09 September 2015 | 17.57

Jakarta, infobreakingnews - Merasa dikhianati, padahal cukup paham akan banyaknya proyek fiktip yang selama ini dimainkan oleh rekan terfekatnya, Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho akan menyeret pihak lain dalam dugaan suap yang saat ini tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diduga dugaan suap tersebut terkait hak interpelasi DPRD Sumatera Utara terhadap Gatot yang kandas saat rapat Paripurna DPRD.
Untuk menyelidiki kasus ini, KPK telah menggali keterangan terhadap sejumlah pihak termasuk Gatot dan Ketua DPRD Sumatera Utara, Ajib Shah.
"Saat ini penyelidikan atas hak interpelasi tersebut sedang dilakukan. Selain Gatot, ada sejumlah anggota DPRD yang sudah dimintai keterangan terkait penyelidikan ini," kata seorang sumber, Rabu (9/9) pagi.
Namun, sumber tersebut enggan berkomentar lebih jauh mengenai penyelidikan ini. Termasuk mengenai kemungkinan Gatot akan menjadi saksi kunci dalam kasus tersebut.
"Intinya kami masih memeriksa sejumlah pihak untuk interpelasi ini," katanya.
Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Komisioner KPK, Johan Budi SP enggan berkomentar terkait penyelidikan yang sedang dilakukan pihaknya. Johan menyatakan, hingga saat ini penyidik masih terus menyidik kasus dugaan suap kepada Majelis Hakim dan Panitera PTUN Medan.
"Sejauh ini pengembangan terkait perkara PTUN masih dilakukan. Gatot masih terus dimintai keterangan," kata Johan.
Sebelumnya, Plt Komisioner KPK, Indriyanto Seno Adji tak membantah kemungkinan membuka penyelidikan baru yang didasari pengembangan kasus dugaan suap kepada Majelis Hakim dan Panitera PTUN Medan yang telah menjerat delapan orang tersangka termasuk Gatot dan advokat kondang, OC Kaligis.
"Iya, kemungkinan selalu ada," kata Indriyanto saat dikonfirmasi, Selasa (8/9).
Dikatakan Indriyanto, pihaknya masih terus mengusut dan mengembangkan kasus dugana suap kepada Majelis Hakim dan Panitera PTUN Medan. Pengembangan tersebut termasuk untuk mengusut kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang bertanggung jawab terkait kasus ini.
"Iya masih terus ada pengembangan untuk mengetahui ada tidaknya kemungkinan lain yang bertanggungjawab," katanya.
Penyelidikan kasus baru ini diakui oleh Gatot usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (8/9). Gatot mengaku dimintai keterangan terkait hak interpelasi yang sempat akan diajukan DPRD Sumatera Utara terhadap dirinya.
"Saya diperiksa kapasitasnya sebagai saksi untuk interpelasi," kata Gatot usai diperiksa KPK, Selasa (8/9).
Namun, Gatot enggan mengungkap lebih jauh mengenai keterangan yang telah diberikannya kepada KPK terkait hak interpelasi. Termasuk mengenai adanya dugaan pemerasan yang dilakukan DPRD Sumatera Utara agar urung mengajukan interpelasi.
"Nanti bisa ditanyakan kepada penyidik ya," katanya.
Berdasar informasi, KPK saat ini membuka penyelidikan baru dari pengembangan kasus dugaan suap kepada Majelis Hakim dan PTUN Medan. Salah satunya mengenai interpelasi DPRD Sumatera Utara terhadap Gatot yang kandas saat Rapat Paripurna. wacana DPRD Sumut akan menggunakan hak interpelasi terhadap Gubernur Gatot terjadi pada Maret lalu.
Hak interpelasi ini terkait hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atas laporan keuangan Provinsi Sumut tahun 2013. Selain itu, terdapat dugaan pelanggaran terhadap Kepmendagri No 900-3673 tahun 2014 tentang Evaluasi Ranperda Provinsi Sumut tentang P-APBD 2014 dan Rancangan Pergub tentang Penjabaran P-APBD 2014 tanggal 16 September 2014.
Saat itu, dari 100 anggota DPRD Sumut terdapat 57 anggota yang membubuhkan tanda tangan untuk mengajukan hak interpelasi di atas kertas bermaterai Rp6000. Namun, dalam Rapat Paripurna pada 20 April 2015, DPRD sepakat membatalkan penggunaan hak interpelasi. Hal ini lantaran dari 88 anggota DPRD Sumut yang hadir, 52 orang menolak penggunaan hak tersebut, 35 orang menyatakan persetujuan, dan satu bersikap abstain.*** Yohanes Suroso.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved