Headlines News :
Home » » Edan... Pengadilan Tingggi Sumut Loloskan Hukuman Mati Bagi Bandar Narkoba Internasional

Edan... Pengadilan Tingggi Sumut Loloskan Hukuman Mati Bagi Bandar Narkoba Internasional

Written By Infobreakingnews on Kamis, 17 September 2015 | 15.06


Medan, infobreakingnews - Mustinya tak ada lagi alibi hukum apapun terhadap hukuman mati bagi bandar narkoba yang membawa barang haram melebihi diatas dua Kilogram Sabu, namun entah mengapa justru putusan PN Medan dikuatkan oleh PT Sumut menghukum hanya seumur hidup bagi bandar narkoba sindikat Internasional warga Negara (WN) Lithuania, Mindaugas Verikas yang kembali lolos dari hukuman mati. Dan Pengadilan Tinggi (PT) Medan menguatkan hukuman penjara seumur hidup bagi pembawa sabu seberat 3,2 kg itu.

Mustinya disinilah pengawas KY harus berfungsi maksimal, karena ditenggarai kasus bandar narkoba yang satu ini sarat dengan suap puluhan miliar rupiah.

Verikas  membawa sabu itu dari Hong Kong dengan rute penerbangan Hong Kong-Malaysia-Kuala Namu. Sabu itu didapat dari kurir yang bernama Black di sebuah terminal bus di Hong Kong. Terdakwa lalu menyimpan narkotika itu di kompartemen tas yang berada di dalam kopernya. Saat tiba di Medan, Varikas dibekuk petugas Bea dan Cukai di Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada 14 Desember 2014. 

Petugas lalu menyeret Verikas ke pengadilan dan jaksa menuntutnya dengan hukuman mati. Tapi apa daya, Pengadilan Negeri (PN) Medan hanya menjatuhkan pidana seumur hidup pada 9 Juli 2015 lalu. Tidak terima, jaksa lalu banding. 

"Kami selaku jaksa penuntut umum berpendapat bahwa putusan pidana penjara seumur hidup belum memenuhi rasa keadilan. Oleh karena itu kami memohon supaya Pengadilan Tinggi (PT) Medan menerima permohonan banding kami," ujar JPU dalam permohonan banding sebagaimana tertuang dalam putusan PT Medan, Kamis (17/9/2015).

Namun majelis PT menilai hukuman penjara seumur hidup sudah patut dan adil. 

"Menguatkan putusan PN Medan," putus majelis banding yang diketuai Bantu Ginting dengan anggota Jannes Aritonang dan Ridwan Ramli pada 15 September lalu. 
Mahkamah Agung sendiri sejauh ini dirasa sangat kurang menegur apalagi menghukum hakimnya yang memutus perkara seperti kasus bandar narkoba ini dengan hukuman seumur hidup, padahal sudah cukup banyak yang divonis mati hanya membawa narkoba dibawah 3 kilogram. 

Penggiat anti korupsi berharap disinilah KPK harus cepat bergerak agar jelas ditemukan adanya kasus suap perkara yang dimainkan oknum di Medan sehingga rakyat yang sudah semakin terpuruk bisa terhibur sedikit dengan ditangkapnya para hakim nakal yang masih doyan menjual belikan perkara. *** Johanda Sianturi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved