Headlines News :
Home » » Banyak Pemilik Media Yang Sudah Berpolitik Dan Tidak Objektif Lagi

Banyak Pemilik Media Yang Sudah Berpolitik Dan Tidak Objektif Lagi

Written By Infobreakingnews on Rabu, 16 September 2015 | 19.47

Hendri Subiakto
Surabaya, infobreakingnews Bukan rahasia umum lagi kalau sejak awal sudah banyak pemilik media menganut arus politik lalu memihak kepada satu pihak terttentu, sehingga apapun yang dimuat media seperti itu, pastilah objektivitas pemberitaannya sudah kabur karena keberpihakan.

Padahal mustinya orang media, siapapun jabatannya dalam media tersebut haruslah berjiwa netral dan endependen, sehingga pemuatan berita menjadi berimbang lalu masyarakatpun bisa mendapatkan info yang berdurasi edukasi p[ositip.

Karena itulah pengamat Politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur, Hendri Subiakto, meminta media netral dalam memberitakan pemilihan kepala daerah Kota Surabaya yang sebentar lagi akan digelar.

Ia mengatakan itu karena ada indikasi media jadi partisan pasangan calon tertentu. "Media jangan sampai menutup diri. Kalau itu dilakukan sama halnya mencoreng perusahaan media itu sendiri," kata Hendri, usai sosialisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Komunikasi dan Informatika, di salah satu hotel di Jalan Ngagel, Surabaya, Selasa (15/9/2015).

Menurut Hendri, kepercayaan publik terhadap media mulai luntur. Sebab, media sudah ikut andil dalam politik praktis. Misalnya, ada media yang mendukung Risma atau Rasiyo dengan mati-matian. "Kenapa demikian, karena bos-bos media menjadi tim sukses salah satu calon," katanya.

Untuk itu, kata Hendri, ia mengimbau agar media bersikap independen dan terbuka buat khalayak. "Kalau media sudah tidak lagi independen, lalu masyarakat harus percaya kepada siapa?" kata staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika itu. 


Namun lebih daripada itu, banyak pakar pengamat menilai saat ini cukup banyak pula media yang bermunculan dengan pemberitaan yang terlalu lemah sehingga marwah sosial kontrolnya nyaris mati dan beritanyapun ogah dibaca masyarakat.

Padahal sesungguhnya sosok seorang wartawan ( jurmalis ) sangat dikagumi bahkan ditakuti oleh para oknum nakal yang menyimpang dari kekuasaan jabatannya, karena sesungguhnya sebelum aparat hukum melakukan proses hukum, seorang jurnalis telah lebih dulu melakukan investigasi lalu memberikan info kepublik, sehingga aparat hukum terkait yang melakukan penyidikanpun bisa dikontrol secara leluasa oleh para kuli tinta yang memang secara undang undang sangat dibenarkan. *** Any Christmiaty.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved