Headlines News :
Home » » 48 Tahun Freeport Menambang, 7 Suku Hak Ulayat Tuntut Ganti rugi

48 Tahun Freeport Menambang, 7 Suku Hak Ulayat Tuntut Ganti rugi

Written By Emil Foster Simatupang on Sabtu, 12 September 2015 | 20.14

JakartaInfobreakingnews. Staf Khusus Kepresidenan Lenis Kogoya (akrab dipanggil “Lenis”) yang ditemui di Kantornya Jln. Veteran III, pasca pertemuan ke dua dengan 7 Suku Pemilik hak ulayat areal pertambangan PT.Freeport siang tadi, Infobreakingnews langsung temui Lenis di ruang kerjanya untuk menanyakan, apakah benar ada tuntutan masyarakat yang meminta hak mereka yang sudah selama 48 Thn belum juga di bayar oleh PT FI, Lenis membenarkannya. 

Menurut Lenis, ini adalah pertemuan ke dua di kantornya dan telah mengadakan kunjungan kerja langsung ke daerah Pertambangan PT.Freeport dan areal penduduk ulayat guna melihat dan menyerap langsung dari masyarakat pemilik hak ulayat, Apakah Selama 48 tahun PT. Freeport Indonesia (PT FI) menambang, telah memperhatikan dan memberikan hak hidup yang layak atau tidak. Hal kunjungan ini juga dilakukan setelah Lenis sebagai staf khusus kepresidenan mengadakan pertemuan dengan kementerian terkait dan juga dihadiri oleh fihak PT FI sendiri. 

Maksud kunjungan kerja Lenis ke wilayah areal konsesi PT FI, di mana terdapat penduduk yang berdiam baik di kota Timika maupun daerah pegunungan pedalaman Papua untuk melihat apa yang telah dibuat PT FI kepada masyarakat 7 suku pemilik hak ulayat tersebut. Lenis berkesempatan untuk berkunjung sampai ke pelosok pedalaman kehidupan 7 suku pemilik ulayat dengan menggunakan Helicopter milik PT FI, tujuannya untuk Melihat, Mendengarkan, Berdialog, dan menyerap aspirasi dan tuntutan untuk dilporkan langsung pada Presiden Republik Indonesia. 

Kata Lenis lagi, setiap saat beliau melaporkan hasil pertemuan dan kunjungannya langsung pada Presiden Joko Widodo. Hasil kunjungannya, masyarakat mengatakan bahwa “apa yang didapatkan selama ini, seperti Pembinaan-pembinaan masyarakat, pembangunan sarana rumah sakit, sarana Pendidikan, tempat-tempat Ibadah seperti Gereja, Penyerapan tenaga kerja Pribumi atau Employe Lokal Hyer untuk PT FI, bahkan kompensasi atau Royalti 1% setiap tahun” 

Bukanlah Pebayaran dalam bentuk Uang Tunai atas Tanah Hak Ulayat yang sudah di Garap dan dikeruk hasilnya selama 48 tahun keberadaan PT. Freeport Indonesia di area Konsesi Tambang di atas tanah milik 7 suku tersebut. Lenis pun meminta agar dalam pertemuan ke-3 yang akan diadakan pada hari Selasa tgl 15 september 2015 akan datang, seluruh tuntutan dibuat secara tertulis beserta bukti apa saja yang telah diberikan oleh PT FI selama 48 tahun menambang di tanah Papua terutama pada masyarakat 7 suku ulayat Konsesi Tambang dan akan diteruskan pada Presiden. Kita tunggu saja hasil keputusan Presiden Joko Widodo*****Petra


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved