Headlines News :
Home » » Ternyata Bandar Narkoba Tidak Takut Dengan Eksekusi Mati, Kini 129 WNI Di Mancanegara Menunggu Mati

Ternyata Bandar Narkoba Tidak Takut Dengan Eksekusi Mati, Kini 129 WNI Di Mancanegara Menunggu Mati

Written By Infobreakingnews on Senin, 24 Agustus 2015 | 09.48

Kepala BNN, Komjen Anang Iskandar
Hong Kong, infobreakingnews - Karena gampannya untuk menjadi orang kaya dan berduit banyak tanpa lelah, faktor utama para penjahat narkoba menerjunkan diri kedalam hitam pekatnya lembaran hidup. Bahkan kini Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat terdapat 129 Warga Negara Indonesia (WNI) di mancanegara yang kini terancam hukuman mati karena kasus narkoba.
"Mayoritas mereka adalah sebagai kurir, mereka adalah TKI yang terperdaya jaringan internasional narkoba dan sebagian besar adalah wanita," kata Kepala BNN Anang Iskandar kepada infobreakingnews.com, di Hong Kong, Minggu (23/8).
Ia menambahkan, "terkait itu saya meminta WNI, terutama TKI di Hong Kong dan Makau juga, untuk mewaspadai bahaya dan kejahatan narkoba di mana pun mereka bekerja. Jangan mudah terbujuk rayuan, waspadai jika ada yang menitipkan bungkusan atau apapun baik oleh orang dekat maupun orang tidak dikenal."
Anang meminta, jika ada WNI di luar negeri yang menggunakan narkoba segera berhenti dan jika mengalami ketergantungan segera meminta bantuan perwakilan RI untuk rekomendasi menjalani rehabilitasi.
"Kami juga bekerja sama dengan sejumlah negara baik secara bilateral maupun multilateral mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahhgunaan narkoba," ujarnya. "Terutama untuk memutus jaringan internasional narkoba yang antara lain memanfaatkan WNI sebagai kurir, apalagi menjadikan Indonesia sebagai jalur penyelundupan narkoba," dia melanjutkan.
BNN memperkirakan terdapat sekitar 4,2 juta pengguna narkoba di Indonesia. Hal ini menjadi pasar yang menggiurkan bagi para pedagang narkotika. "Andaikan kalau empat juta pengguna itu minimal sehari menggunakan 0,2 gram, itu berarti setiap harinya kebutuhan sebesar 80 kg narkoba, 2,4 ton per bulan sekitar 29 ton per tahun," katanya.
Sementara itu, Konjen RI Hong Kong Chalief Akbar Tjandraningrat mengemukakan di Hong Kong kini terdapat 28 WNI yang tersangkut kasus penyalahgunaan narkoba.
"Dari jumlah tersebut, 12 masih dalam tahanan sedangkan 16 sudah diputus oleh pengadilan, sedangkan untuk Makau terdapat 10 WNI yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Sebagian besar adalah kurir, dan wanita," ujar Chalief.
Selain pria nakal Nigeria berkulit hitam yang awalnya sangat mendominasi percaturan bisnis haram narkoba di Indonesia, belakangan justru warga keturunan Chin dari berbgai pelosok merajai bisnis haram ini lebih menggila, bahkan tak perduli dengan eksekusi mati yang telah berkali kali menimpa rekan sejawatnya di Nusakambangan, karena mereka selalu berpikir masih sangat besar peluang mereka lolos dari hukuman itu dengan menyuap oknum aparat dengan sejumlah uang yang fantastis jumlah, *** Meylin Hwa.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved