Headlines News :
Home » » Sebelum Memecat Walikota Jaksel, Ahok Hampir Pecat Walikota Pusat

Sebelum Memecat Walikota Jaksel, Ahok Hampir Pecat Walikota Pusat

Written By Infobreakingnews on Kamis, 13 Agustus 2015 | 18.14


Jakarta, infobreakingnews - Bicara ceplas-ceplos dan keras seakan tak punya rasa takut walau sedang dimusuhi tetangganya pihak DPRD DKI Jakarta ,Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengkritik tajam kinerja para Wali Kotanya di seluruh wilayah Jakarta. Walau ada beberapa yang dipuji, namun tidak sedikit yang disentil Ahok secara gamblang.

Hal ini disampaikan Ahok dalam pelantikan Tri Kurniadi sebagai Wali Kota Jakarta Selatan di Ruang Balai Agung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Ahok membuka kartu SKPD di bawahnya itu dengan tujuan agar Tri bisa memimpin Jakarta Selatan lebih baik lagi.

"Wali Kota Jakarta Barat juga sudah saya peringatkan agar tidak angkat orang-orang tidak jelas. Sudah didemosi (distafkan) tapi diangkat lagi. Kalau Wali Kota Jakarta Utara baik, sudah mulai terlihat banyak perubahan," kata Ahok.

"Jakarta Barat ada paling banyak. Namanya juga jebakan Batman, kasih full dulu (kepercayaan). Yang bagus dipecat, yang jujur dicopot nggak ada salahnya apa. Wali Kota Jakarta Pusat (tidak berani tegas menertibkan PKL dan perubahan peruntukan) kalau ada yang terima (upeti) dan tidak berani tegas, saya pecat. Itu sudah hampir saya pecat," sambungnya kesal.

Ahok menyebutkan mulanya dia hendak menukar Tri dengan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi. Namun, dia urung melakukannya karena kinerja Rustam di Jakarta Utara masih dinilai baik sehingga sebaiknya dilanjutkan.

"Saya tadinya mau tukar ke Utara. Yang Utara mau saya tarik ke Selatan karena Pak Rustam sudah cukup baik. Timur juga baik. Wali Kota dan Wakil Timur tadinya mau jadi Wali Kota Jakarta Selatan, tapi saya beri kesempatan Pak Tri," kisah Ahok.

Dia pun membeberkan alasan dipilihnya Tri sebagai Wali Kota Jakarta Selatan yang tidak lepas dari persetujuan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. Menurut Pras, Tri dinilai cukup baik dan mumpuni dalam memimpin Jakarta Selatan.

"Ini Pak Tri cepat diangkat karena ada unsur diskusi dengan pimpinan DPRD, menurut dia Pak Tri cocok. Tapi jangan dianggap dibeking lagi sama Ketua DPRD, kalau kerja nggak benar saya pecat lagi," urainya.

Secara terpisah kepada wartawan, Pras menyampaikan Tri ada baiknya diberi kesempatan untuk memimpin wilayah. Sebab Rustam Effendi saat dulu menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Selatan belum begitu kelihatan kualitas kinerja, namun sekarang cukup bertangan dingin di Utara.

"Saya sampaikan tolong kasih kesempatan, dulu Pak Rustam waktu jadi wakil selatan, pusat juga nggak kelihatan kinerjanya. Terus akhirnya dia ditaruh di Utara alhamdulillah bisa bekerja dengan baik. Nah Pak Tri ini juga orang kerja," terang Pras.

Ahok menegaskan tantangan yang akan dihadapi Tri cukup besar. Dia mencontohkan ada satu lurah di kawasan Kebayoran Baru yang secara terang-terangan menodong sejumlah kafe atau salon di Jakarta Selatan dan minta menunjukkan surat izin usaha peruntukan lahan atas perintah Wali Kota. Namun selanjutnya tidak aksi nyata yang terlihat.

"Katanya kalau tidak sesuai mau dibongkar, saya pikir hebat sekali ini. Tapi kok saya lihat nggak ada yang dibongkar." Ungkap Ahok menyentil isu penyimpangan yang selama ini diendus sejumlah pihak di Wilayah Jakarta Selatan itu. *** Johanda Sianturi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved