Headlines News :
Home » » Kenakan Rompi Pelindung, Reporter Ini Ditahan

Kenakan Rompi Pelindung, Reporter Ini Ditahan

Written By Infobreakingnews on Selasa, 25 Agustus 2015 | 10.25

Bangkok, infobreakingnews - Nasib kurang beruntung dialami oleh seorang reporter dari Hongkong, Anthony Kwan. Dirinya ditahan oleh pihak berwajib di Bangkok dan dilarang meninggalkan Kerajaan Bangkok karena memiliki rompi pelindung.
Anthony Kwan bekerja untuk Initium Media Hong Kong, ditangkap kemarin, 23 Agustus 2015 di Bandara Udara Suvarnabhumi ketika pemindai x-ray menemukan dirinya membawa helm serta rompi anti-peluru.
"Ia telah kami kirimkan ke pengadilan sipil Samut Prakarn, bukan pengadilan militer seperti dilaporkan sebelumnya," kata Kolonel Polis Santi Wannasak dari kepolisian Provinsi Samut Prakarn kepada khaosod.
"Anthony dilarang meninggalkan negara ini. Hal ini atas permintaan Pengadilan, bukan Polisi," tambah dia.
Undang-undang Thailand memang melarang siapapun mempunyai rompi anti-peluru kecuali otoritas keamanan. Bagi mereka yang memiliki akan dikenakan pasal kriminal dan bisa ditahan di penjara hingga 5 tahun.
Anthony yang sedang bertugas meliput ledakan bom di Kuil Erawan mengatakan ia tidak tahu tentang peraturan ini ketika perusahaan tempat ia bekerja mengirimkan seperangkat alat pelindung ini.
Menurut situs pribadi Anthony ia tinggal di Minnesota AS dan mengawali karir foto jurnalismenya pada 2011. Tahun lalu dia berada di Hongkong meliput protes massal di jalanan.
Foreign Correspondents Club Thailand dalam pernyataannya "kecewa" dengan pemberitaan ini.
"Rompi pelindung serta helmnya yang digunakan bagi wartawan bukannya senjata yang mematikan dan diperlakukan layaknya peralatan perang militer," tulis pernyataan itu.
"Rompi dan helm anti-peluru adalah hal wajib bagi wartawan seluruh dunia untuk melindungi diri mereka dari situasi peliputan yang berbahaya."
Sejak serangan 17 Agustus lalu, banyak media internasional yang meliput Bangkok tanpa menghiraukan undang-undang kepemilikan rompi anti-peluru ini. Peralatan ini merupakan kebutuhan dasar wartawan saat meliput tugas yang berbahaya, dan perusahaannya wajib melindungi mereka.
Pada 2010, wartawan Italia, Fabio Polenghi dan juru kamera dari Jepang, Hiro Muramoto tewas saat meliput demonstrasi anti-pemerintah di Bangkok.
Correspondents Club mendesak pemerintah Thailand mengoreksi peraturan tersebut, mengingat situasi yang tidak menentu di negeri Gajah Putih itu sejak demo besar-besaran pada 2014 dan ledakan bom di Kuil Erawan.
"Kami minta semua otoritas untuk tidak menjatuhkan pasal kriminal kepada Anthony Kwan yang telah meliput di Thailand. Pelindung tubuh adalah benar-benar alat untuk mendukung pekerjaannya, bukan senjata," tulis pernyataan itu. ***Nadya
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved