Headlines News :
Home » » Oknum Mantri Sugimin Buka Praktek Klinik Tanpa Ijin

Oknum Mantri Sugimin Buka Praktek Klinik Tanpa Ijin

Written By Infobreakingnews on Jumat, 10 Juli 2015 | 20.54


Gunung Agung Tuba Baratinfobreakingnews Undang-undang RI Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran pasal 78 yang berbunyi ; Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan alat, metode atau cara lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menimbulkan kesan seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi dokter atau surat tanda registrasi dokter gigi atau surat izin praktik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

Entah apa sebabnya Undang-undang tersebut diatas sama sekali tidak membuat ciut dan gentar para oknum Perawat/Mantri di Tulang Bawang Barat yang membuka praktek ala dokter dirumahnya bahkan para oknum perawat tersebut sengaja menyediakan rawat inap untuk para pasien dan dengan sengaja mengangkangi aturan dan undang-undang yang ada. Sebagai seorang perawat, meski telah mengenyam jalur pendidikan resmi tidak serta-merta bisa membuka praktik pelayanan kesehatan begitu saja. Apalagi, pelayanan kesehatan umum kepada masyarakat tersebut dibuka di rumah tanpa izin dan tidak memiliki papan nama serta kelengkapan lainnya sesuai dengan aturan yang ada.

Perawat yang akan membuka praktek seharusnya mengacu kepada pasal 6 Permenkes RI Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Tentang izin Penyelenggara Praktek Perawat dan Undang-undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan pasal 19, 20, 21 dan pasal 33 serta Perda Tuba Barat Nomor 12 tahun 2012 tenteng Praktik Perawat pasal 6 dan pasal 14.

Dari hasi penelusuran dan investigasi infobreakingnews.com dan beberapa awak media lain terdapat rumah praktek rawat inap di Tiuh Tunas Jaya, Kec. Gunung Agung, Kab. Tulang Bawang Barat yang tidak memiliki papan nama dan tidak memiliki ijin klinik sesuai dengan Permenkes Nomor 9 tahun 2014 tentang Klinik. Rumah praktik rawat inap tersebut adalah milik Mantri Sugiman  yang bertugas di Puskesmas pembantu Tiuh Suka Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kab. Tulang bawang Barat.

Pada saat infobreakingnews.com dan bersama beberapa awak media lain berkunjung kerumah prakteknya, Sugiman sedang melayani dan memberikan suntikan kepada pasien rawat inapnya. Dihadapan wartawan Sugiman tanpa ragu memberikan suntikan kepada pasiennya.

Saat dikonfirmasi awak media, Sugiman mengaku belum memiliki izin praktek dan izin klinik namun ia memiliki rekomendasi dari Dinas Kesehatan Tulang Bawang Barat,”sebenarnya tujuan saya hanya ingin membantu masyarakat, sebabnya gini ’ dengan akumulasi transfortasi ke Menggala atau unit II mungkin pasien/keluarganya menghabiskan dana Rp. 600.000, sementara dengan mereka berobat ke saya pasien/keluarganya hanya menambah dana Rp. 200.000, dan keluarga pasien masih bisa kerja diladang karena jarak tempuhnya tidak terlalu jauh jadi mereka dengan mudah bisa membesuk keluarganya yang sedang sakit, itu sebenarnya tujuan saya .”jelasnya kepada media.

Lebih lanjut Sugiman mengungkapkan bahwa Kalau secara bisnis/usaha dan peraturan saya memang salah karena saya tidak memiliki izinusaha, izin praktek dan izin klinik dan tidak memiliki pelang nama dan memiliki kelengkapan lainnya seperti laboratorium, apoteker dan lain-lainnya. Tetapi Dinas Kesehatan tau kalau saya buka praktek rawat inap.”Pungkasnya.”

Kepala Puskesmas Suka Jaya Lisdalina kepada infobreakingnews.com dan awak media lain menerangkan kalau untuk praktek rawat inap tentunya harus memiliki izin dari Dinas Kesehatan dan harus memiliki izin usaha yang lain.” Selama ini untuk masalah wilayah kerja Puskesmas Suka Jaya saya tidak pernah memberikan rekomendasi rawat inap terkecuali klinik Saron, itu juga sudah tutup.”Terangnya kepada awak media.

Lisdalina menambahkan, untuk masalah pak Sugiman yang praktek rawat inap setau saya dia dulu hanya pra rujukan dalam arti kata penanganan pasien awal dan saya tidak tau kalau dia menyediakan tempat rawat inap. Mengenai Permenkes baik tentang klinik rawat inap, Permenkes tentang Perawat dan adanya Undang-undang tentang praktek Kedokteran serta Undang-undang tentang Perawat saya tidak tau pak karena saya tidak pernah mengurus semua itu.”pungkasnya.”

Diluar dugaan awak media Dinas Kesehatan Tulang Bawang Barat melalui Majril selaku Kabid Pelayanan Penyakit sekaligus sebagai Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia PPNI Tuba Barat ditemui diruangannya ternyata mendukung sepenuhnya dengan apa yang dilakukan oleh Mantri Sugiman,”Sugiman praktek dan menyediakan rawat inap dirumahnya sudah sesuai dengan ketentuan yang ada, di Tuba Barat para perawat yang buka praktek mengacu kepada Perda No 12 tahun 2012 tentang Praktik Perawat dan memiliki rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan ditanda tangani oleh Kepala Dinas. Mengenai pasien yang rawat inap sepanjang Mantri Sugiman tidak memaksa pasiennya menurut Majril hal tersebut tidak ada masalah sepanjang pasien memang membutuhkan.” Jelas Majril kepada infobreakingnews dan awak media lain dengan panjang lebar dan terekam.***Handri

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved