Headlines News :
Home » » KPK Periksa OC Kaligis dan Gubernur Sumut Terkait Kasus Suap

KPK Periksa OC Kaligis dan Gubernur Sumut Terkait Kasus Suap

Written By Nadya Emilia on Senin, 13 Juli 2015 | 15.02

Jakarta, infobreakingnews.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap advokat senior Otto Cornelis Kaligis atau yang lebih sering dikenal dengan OC Kaligis terkait kasus dugaan suap kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.
OC Kaligis diperiksa sebagai saksi atas perbuatan salah satu anak buahnya yang menjadi tersangka kasus tersebut yaitu M. Yagari Bhastara alias Gary.
"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MYB (M Yagari Bhastara)," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Senin (13/07/2015).
Selain OC Kaligis, penyidik juga memanggil Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Seperti halnya OC Kaligis, Gatot juga akan diperiksa dan dimintai keterangannya untuk tersangka M Yagari Bhastara.
"Sama. Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MYB juga," katanya.
Pemeriksaan terhadap OC Kaligis dan Gatot ini untuk mengonfirmasi sejumlah hal yang ditemukan penyidik dalam proses penggeledahan yang dilakukan di sejumlah tempat termasuk di Kantor Gubernur Sumut pada Sabtu (11/07/2015) malam.
KPK mencurigai ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini, dan menjadi sumber dana suap. Hal itu lantaran dengan uang suap yang disita mencapai USD 15.000 dan SGD 5.000 atau jika ditotal dan dikonversi sekitar Rp 250 juta, tidak mungkin berasal dari Gary yang baru sekitar tiga tahun bekerja di Kaligis & Associates.
"Hanya berdasarkan logika saja sangat tidak mungkin uang suap ini berasal atau dimiliki oleh Gary," kata Pelaksana Tugas (Plt) Komisioner KPK, Indriyanto Seno Adji.
Indriyanto mengakui penggeledahan yang dilakukan tim penyidik di sejumlah lokasi termasuk di Kantor Gubernur Sumut untuk mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk mendalami dugaan keterlibatan OC Kaligis sebagai atasan Gary, yang telah menjadi tersangka karena tertangkap tangan memberikan uang suap kepada para hakim.
Tak hanya itu, KPK juga mengusut keterlibatan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sebagai atasan Kabiro Keuangan Provinsi Sumut Ahmad Fuad Lubis yang menunjuk OC Kaligis & Associates untuk mendampinginya dalam penanganan perkara di PTUN.
Berdasarkan hasil penggeledahan sepanjang Sabtu kemarin, tim penyidik berhasil menyita uang dengan nilai USD 700 atau sekitar Rp 91 juta di rumah dinas Panitera Sekretaris PTUN yang juga tersangka kasus ini, Syamsir Yusfan.
Selanjutnya penyidik juga menyita sejumlah dokumen di Kantor PTUN dan kediaman hakim PTUN, Dermawan Ginting. Uang dan dokumen yang disita diduga terkait dengan tindak pidana tersebut.
"Geledah atau sita ini adalah dalam rangka tugas kami mendalami penyertaan (deelneming) fakta hukum siapapun pihak-pihak terkait atau yang memiliki keterkaitan dan bertanggung jawab atas kasus ini (apakah Pemberi Kuasa ataukah atasan pemberi Kuasa ataukah juga penerima Kuasa kasus TUN ini)," katanya.
Komisioner KPK lainnya, Adnan Pandu Praja, mengatakan kecil kemungkinan kasus ini tidak melibatkan Gubernur Sumut. Pasalnya, suap yang diberikan kepada para hakim menyangkut kasus dugaan korupsi dana bansos dan BDB Sumatera Utara. Namun, Adnan menyatakan, saat ini, pihaknya tengah mendalami sejauh mana keterlibatan Gatot dalam kasus tersebut.
"Kecil kemungkinan tidak terlibat. Sejauh mana keterlibatannya? Sedang didalami penyidik," katanya.
Tim Satgas KPK mengamankan lima orang dalam OTT di Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/7). Mereka yang tertangkap tangan, yakni Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, dua orang koleganya hakim Amir Fauzi dan hakim Dermawan Ginting, Panitera Sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan, serta seorang advokat yang bekerja di kantor Kaligis & associates M. Yagari Bhastara alias Gary.
Kelima orang ini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di PTUN Medan. *** Budimans.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved