Headlines News :
Home » » Kemacetan Jakarta Menjadikan Bisnis Ojek Online Bertumbuh Subur

Kemacetan Jakarta Menjadikan Bisnis Ojek Online Bertumbuh Subur

Written By Infobreakingnews on Selasa, 07 Juli 2015 | 23.53


Jakarta, infobreakingnews Akibat semakin macetnya lalu lintas di kawasan Jakarta, kini fenomena ojek online kian marakkarena dinilai lebih cepat sampai ditempat tujuan dari kemacetan Jakarta yang semakin menggila. Dan. setelah kehadiran Go-Jek, kini GrabBike mulai sering lalu lalang di jalanan Ibu Kota Jakarta.

Akibatnya CEO Go-Jek Nadiem Makarim,  menuding GrabBike meniru gaya Go-Jek. GrabBike tak mau buru-buru menanggapi tudingan itu. GrabBike malah mamandang keberadaan mereka setelah Go-jek merupakan bentuk persaingan sehat.

"Indonesia adalah pasar yang kompetitif. GrabBike dimulai pertamakali di Vietnam. Kami memperkenalkan GrabBike di Jakarta karena adanya persamaan antara Indonesia dengan Vietnam soal ojek," ungkap Head of Marketing and PartnershipsGrabTaxi Indonesia, Kiki Rizki, kepada infobreakingnews.com, Selasa (7/7/2015) di Jakarta.
Ia menerangkan kehadiran GrabBike diterima baik masyarakat Indonesia. Padahal, mereka baru ada di Indonesia pada Mei lalu.
 
"Seminggu setelah peluncuran Beta (Aplikasi GrabBike), kami berhasil mendapatkan total 8.000 pemesanan dan lebih dari 1.000 pengendara," jelas Kiki.

Kiki tak menampik GrabBike akan bereksperimen membuka layanan lain, seperti jasa kurir dan pesan antar makanan. Dia bilang, dengan adanya permintaan dari masyarakat, setiap layanan baru akan dimungkinkan.

"Kami menghadirkan layanan GrabCar dan GrabBike karena melihat adanya kebutuhan dan permintaan pasar. Strategi utama kami adalah sebaik mungkin menyesuaikan diri kami dengan budaya lokal yang ada," imbuhnya.

Sebelumnya, CEO Go-Jek, Nadiem Makarim menuding GrabBike sebagai layanan yang meniru keberadaan mereka. Pasalnya dari segi warna perlengkapan driver GrabBike dan Go-Jek sekilas begitu mirip. Dari segi sistem pelayanan juga hampir bisa dikatakan sama.

Go-Jek sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2010 dengan jumlah driver diklaim sebanyak 10.000 driver di Indonesia. Sementara itu, GrabBike hadir sejak bulan Mei 2015 di Indonesia. GrabBike sendiri merupakan layanan integrasi dari GrabTaxi yang sudah muncul sejak tahun 2012 di Indonesia.

Ekonomis dan cepat tiba ditempat tujuan, membuat banyak pemilik kendaraan roda empat atau yang selalu menggunakan bis atau taksi, membuat bisnis ojek online dengan cepat bertumbuh subur, apalagi setiap calon penumpang merasa nyaman dan aman karena nopol kendaraan dan identitas serta potret sang ojek bisa dikenali melalui handphone yang terakses sampai ketempat tujuan, 

Diperlirakan dalam waktu dekat Ibukota akan penuh dengan motor roda dua Ojek online akibat pemilik kendaraan mobil tak mampu lagi menerobos kemacetan Jakarta yang semakin menggila, akibat tak terbendungnya manusia berjubel yang memenuhi Jakarta serta ketidak berdayaan Pemerintah DKI Jakarta mengatasi kemacetan dan pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding. *** Candra Wibawanti.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved