Headlines News :
Home » » Kejaksaan Tinggi Makassar Usut 2 Oknum Jaksa Yang Lakukan Pemerasan

Kejaksaan Tinggi Makassar Usut 2 Oknum Jaksa Yang Lakukan Pemerasan

Written By Infobreakingnews on Rabu, 29 Juli 2015 | 09.42


Makassar, infobreakingnews - Pemerasan dan kasus suap merupakan penyakit utama dikalangan aparat hukum yang mentalnya sangat bobrok semestinya langsung dipenjarakan dan dipecat karena bikin malu instansi hukum.
Dua oknum jaksa dilaporkan ke Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) setelah keduanya diduga telah melakukan tindakan pemerasan.
"Ada dua memang jaksa sekarang yang menjadi terlapor dan keduanya ini masih akan kita klarifikasi, apakah benar tuduhan itu atau tidak," ujar Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejati Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Heri Jerman, di Makassar, Rabu (29/7).
Kedua oknum jaksa itu antara lain berinisial TA yang bertugas di Bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Polman dan jaksa inisial Jo bertugas di Bagian Perdata dan Usaha Negara (Datun) Kejari Polman.
Dua oknum jaksa ini disebut memeras Kepala Satuan Kerja (Satker) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat yang tersangkut suatu kasus.
Keduanya dituduh meminta sejumlah uang untuk mengamankan kasus. Uang yang diminta oknum jaksa tersebut tidak kecil yakni berkisar sebesar Rp 750 juta.
Bahkan dua oknum jaksa tersebut juga pernah meminta sejumlah uang kepada sejumlah kepala Satker lainnya di Polman. Kepala Satker Dinas PU diduga pernah menyerahkan uang sebesar Rp 400 juta atas permintaan kedua oknum jaksa tersebut, untuk mengamankan sejumlah kasus di Polman.
"Kita baru melakukan pemeriksaan terhadap korban dan menerima bukti-bukti terkait kasus ini. Jika memang itu terbukti, maka akan ada sanksi tegas yang menunggu mereka," tegasnya.
Heri mengatakan, pihaknya baru akan mempelajari laporan tersebut, serta akan mendalami kasusnya. Dia mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap korban yang juga sebagai pelapor dalam kasus ini. Namun Heri enggan menyebutkan nama pelapor tersebut.
"Kasus ini sementara masih dalam proses klarifikasi. Kita berhati-hati dalam memutuskan perkara seperti ini. Makanya, kita akan mengklarifikasinya dulu sama yang bersangkutan," tukas Heri.
Menurut Heri, laporan tersebut masih sementara dipelajari setelah laporan tersebut dipelajari pihaknya akan melakukan telaah terhadap kasus tersebut.
"Jika sudah menelaah berkasnya, tentu kita akan melaporkan hasilnya ke pimpinan dan menunggu arahan selanjutnya untuk mengambil tindakan tegas," jelas dia.
Heri juga mengatakan, kalau pun nantinya ada indikasi kuat, dirinya berjanji akan menindak tegas serta memberi sanksi tegas terhadap jaksa yang terlibat dalam kasus ini.
Sampai dengan berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Tinggi Makassar masih terus memeriksa kedua oknum jaksa yang ditenggarai melakukan pemerasan. *** Rivaldi.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved