Headlines News :
Home » » Hingga Tengah Malam Kantor Gubernur Sumut Digeledah KPK

Hingga Tengah Malam Kantor Gubernur Sumut Digeledah KPK

Written By Infobreakingnews on Minggu, 12 Juli 2015 | 02.07


Medan - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Kantor Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho tengah malam ini. Mereka akan melakukan penggeledahan.

Dari hasil investigasi, tim penyidik KPK mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Pangeran Diponegoro No 30, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (11/7/2014) pukul 22.45 WIB, berkaitan dengan dugaan keterlibatan Bendahara Pemprop Sumut, Ahmad Fuad Lubis yang disebut sebagai orang yang cukup kuat dibalik perkara yang ditangani PTUN Medan dimana berbuntut penangkapan tangan oleh KPK terhadap tiga hakim PTUN terdiri dari seorang Ketua PTUN dan dua hakim lainnya yang mana kesemuanya hakim itu adalah satu majelis dalam menangani perkara yang digugat oleh Ahmad Fuad Lubis ke PTUN dengan menggunakan seorang lawyer bernama Gery dari OC Kaligis Assosiate,yang ikut ditangkap KPK.

Ada sekitar 6 orang penyidik yang mengenakan rompi KPK turun dari mobil. Mereka mendapat kawalan ketat dari beberapa petugas polisi yang memakai senjata laras panjang.



Para penyidik KPK ini tampak membawa koper besar dan beberapa tas. Mereka kemudian naik lift menuju lantai 10 tempat ruang kerja Gubernur. 

Saat ini para penyidik KPK dan polisi masih berada di depan ruang kerja Gubernur di lantai 10. Mereka tampaknya sedang melakukan koordinasi.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK membenarkan adanya penyidik KPK yang datang ke Kantor Gubernur Sumatera Utara. Penyidik KPK akan melakukan penggeledahan.

"Penggeledahan dilakukan untuk menemukan bukti-bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana," kata Priharsa kepada infobreakingnews.com, saat dikonfirmasi

Sebelumnya, malam tadi penyidik KPK juga menggeledah Kantor PTUN Medan, rumah dinas Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, dan rumah dinas Panitera Sekretaris PTUN Medan, Syamsir Yusfan. 

Tidak kurang Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali sangat menyesalkan peristiwa yang mencederai hati masyarakat luas pencari keadilan, karena masih saja ada kalangan profesi hakim yang sudah senior dan berprestas cemerlang, namun ternyata bermental korup hngga kena batunya ketangkap KPK. *** Budimans.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved