Headlines News :
Home » » Gubernur Gatot Dan Isteri Mudanya Jadi Tersangka, Sejumlah Kasus Korupsi Sumut Siap Dibongkar

Gubernur Gatot Dan Isteri Mudanya Jadi Tersangka, Sejumlah Kasus Korupsi Sumut Siap Dibongkar

Written By Infobreakingnews on Rabu, 29 Juli 2015 | 10.00

Gatot Dan Isteri Mudanya Evi Yang Apes

Jakarta, infobreakingnews - Korban suap yang dibelakangnya terdapat sejumlah kasus tindak pidana korupsi yang selama ini tak tersentuh di tubuh kantor Gubernur Sumatera Utara mulai terlihat jelas, dimana akhirnya KPK menetapkan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evi Susanti sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian suap majelis hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.
"Hasil ekspos (pada rapat pimpinan dan tim lengkap) perkembangan kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) Hakim TUN (Tata Usaha Negara), maka KPK per hari ini akan menerbitkan Sprindik (surat perintah penyidikan) dengan menetapkan Gubernur Sumut GPN dan ES (istri), keduanya sebagai tersangka," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Selasa (28/7).
Kemarin, keduanya juga sudah diperiksa selama 13 jam sebagai saksi.
"Semua ini berdasarkan pengembangan dan pendalaman dari pemeriksaan saksi-saksi yang ada juga perolehan alat bukti lainnya," tambah Indriyanto.
Perkara ini dimulai ketika Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumut Ahmad Fuad Lubis dipanggil oleh Kejaksaan Tinggi dan juga Kejaksaan Agung terkait perkara korupsi dana bantuan sosial provinsi Sumatera Utara tahun 2012-2014.
Atas pemanggilan berdasarkan surat perintah penyelidikan (sprinlidik) yang dikeluarkan oleh dua lembaga penegak hukum tersebut, Fuad pun menyewa jasa kantor pengacara OC Kaligis untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.
Berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, PTUN yang berhak menilai apakah aparat sipil negara melakukan penyalahgunaan wewenang.
Dalam putusannya pada 7 Juli 2015, majelis hakim yang terdiri dari ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro dan anggota Amir Fauzi serta Dermawan Ginting memutuskan untuk mengabulkan gugatan Fuad.
Namun pada 9 Juli 2015, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di PTUN Medan terhadap Tripeni dan anak buah OC Kaligis bernama Moch Yagari Bhastara Guntur alias Garry dan mendapati uang 5.000 dolar AS di kantor Tripeni. Belakangan KPK juga menangkap dua hakim anggota bersama panitera/sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan.
Selanjutnya diketahui juga bahwa uang tersebut bukan pemberian pertama, karena Gerry sudah memberikan uang 10.000 dolar AS dan 5.000 dolar Singapura.
Uang tersebut menurut pernyataan pengacara yang juga paman Garry, Haeruddin Massaro berasal dari Kaligis yang diberikan ke Dermawan Ginting pada 5 Juli 2015.
KPK pun langsung menetapkan tiga hakim dan panitera PTUN Medan sebagai penerima suap serta Garry sebagai pemberi suap. Selanjutnya KPK juga menetapkan OC Kaligis sebagai pemberi suap dan menjemput paksa serta menahan mantan Ketua Mahkamah Partai Nasdem pada 14 Juli 2015. 
Dengan sudah resminya Gatot dan isteri mudanya ditetapkan sebagai tersangka kasus suap petinggi Hakim Medan, maka otomatis sejumlah kasus korupsi dan mark up sejumlah proyek di Sumatera Utara akan terbongkar karena selama ini pihak Kejaksaan Tinggi Sumut sudah mengantongi sejumlah keterlibatan Gatot selaku Gubernur dan jajarannya dibawahnya. *** Bonggas Sibuea.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved