Headlines News :
Home » » Buya Syafii Kecam Jokowi Yang Tak Berani Mencopot Kabagreskrim Polri

Buya Syafii Kecam Jokowi Yang Tak Berani Mencopot Kabagreskrim Polri

Written By Infobreakingnews on Selasa, 14 Juli 2015 | 02.32


Jakarta, infobreakingnews - Terlalu banyak hal yang semakin tidak beres didalam negeri sehinggs sebegitu banyak pakar hukum yang gregetan geram atas dijadikan tersangka dua petinggi Komisi Yudisal (KY) yang sesungguhnya bertugas mengawasi prilaku hakim didalam menjalankan profesinya sebagi hakim dipersidangan.
Sampai seorang tokoh yang dianaggap sebagai orangtua, mantan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Achmad Syafii Maarif, mengaku geram dengan langkah Bareskrim Polri yang menetapkan dua petinggi Komisi Yudisial (KY), Ketua KY Suparman Marzuki dan komisioner KY Taufiqurrohman Syauri, sebagai tersangka pencemaran nama baik.
Apalagi, mengingat sebelumnya, Bareskrim juga menetapkan tersangka terhadap Komisioner KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, dalam dua kasus yang berbeda. Kebijakan yang sempat memunculkan wacana kriminalisasi KPK.
Menurut Buya Syafii, panggilan akrab Syafii Maarif, langkah penegak hukum yang mudah menersangkakan seorang petinggi lembaga negara telah melukai publik dan hukum.
Untuk itu, Buya Syafii, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, bertindak tegas dengan mencopot aparat penegak hukum yang mudah menetapkan seorang petinggi lembaga negara sebagai tersangka.
"Ada aparat yang jelas itu melukai publik, melukai hukum, (harus) diganti. Kenapa sulit amat. Perintahkan Pak (Badrodin) Haiti untuk mengganti," kata Buya Syafii usai berbuka puasa bersama di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/7).
Menurut Buya Syafii, aparat penegak hukum yang mudah menetapkan seorang petinggi lembaga negara sebagai tersangka menandakan aparat tersebut tidak percaya diri dan mentalnya tidak stabil.
"Itu (menandakan) pejabat yang tidak percaya diri. Mentalnya tidak stabil. Kok, mudah sekali menjadikan tersangka. Saya berharap bangsa ini jangan dipimpin oleh orang yang tidak karu-karuan ini," tegasnya.
Buya Syafii mengaku prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. Di mata Buya Syaffi, mudahnya penetapan Komisioner KY sebagai tersangka membuat kondisi hukum di Indonesia semakin tidak sehat. "Antara penegak hukum itu main kucing-kucingan. Itu menurut saya tidak sehat bagi Republik ini," terangnya.
Seperti diberitakan, Suparman dan Taufiqurrahman resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap hakim Sarpin Rizaldi, Jumat (10/7). Sarpin melaporkan kedua petinggi Komisi Yudisial pada pertengahan Maret lalu.
Kedua komisioner dilaporkan dengan pasal 310 dan 311 KUHP. Pasal 310 KUHP mengatur soal pencemaran nama baik, sementara Pasal 311 KUHP soal pemfitnahan.
KY sendiri telah mengeluarkan rekomendasi sanksi skorsing nonpalu selama 6 bulan terhadap Hakim Sarpin. Rekomendasi sanksi ini dijatuhkan KY terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Sarpin saat mengadili perkara praperadilan yang dimohonkan Komjen Budi Gunawan (BG) terkait penetapan tersangka oleh KPK.
Semua kekacauan hukum yang dimulai dari aparat penegak hukum ini menjukkan betapa masih sangat diperlukan seorang Presiden RI sekaliner Pak Harto yang jajaran dibawahnya tak berani macam macam seenaknya mengeluarkan kebijakan yang akhirnya hanya membuat hati rakyat terluka. seperti sekarang ini " pungkas Buya *** Mila Karmila.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved