Headlines News :
Home » » Waspada Letusan Sinabung, Aparat Gunakan Sistem Buka-Tutup Jalan

Waspada Letusan Sinabung, Aparat Gunakan Sistem Buka-Tutup Jalan

Written By Infobreakingnews on Minggu, 07 Juni 2015 | 17.35

Medan, infobreakingnews.com - Aparat TNI Angkatan Darat bekerjasama dengan kepolisian dan pemerintah melakukan buka tutup akses jalan yang dianggap rawan akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut). Masyarakat juga dihimbau agar tidak nekad dan gegabah untuk memasuki area yang berbahaya tersebut.
Kebijakan itu dilakukan aparat karena belum ada penurunan status aktivitas gunung berapi yang sudah lima tahun bergolak tersebut. Soalnya, Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak 2 Juni 2015 pukul 23.00 WIB mengeluarkan pengumuman bahwa status Gunung Sinabung naik dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).
"Akses jalan dengan sistem buka dan tutup ini untuk menghindari luncuran awan panas, aliran larva, dan debu vulkanik jika Gunung Sinabung meletus. Ini antisipasi yang diambil untuk menghindari adanya korban jiwa," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Jhonson Tarigan di Kabanjahe, Minggu (07/06/2015).
Jhonson mengatakan, langkah yang ditempuh pemerintah dengan berkoordinasi dengan aparat dan PVMBG tersebut, lebih positif untuk menjamin keselamatan masyarakat di sana. Apalagi, jalan yang dibuka dan ditutup itu merupakan lintasan umum kendaraan roda empat dan roda dua. Petugas di sana pun memasang portal di setiap jalan itu.
Jalanan yang terpaksa dibuka dan ditutup itu terdapat di Jalan Raya Simpang Guru Kinayan- Simpang Sibintun- Jembatan Lau Bunaken Tiga Pancur-Ojo Lali- Tiga Pancur- Simpang Beganding dan Perjumaan Tiga Bogor. Selama jalur tersebut ditutup, tidak ada seorang pun yang diperbolehkan untuk memasuki wilayah tersebut.
Sementara itu, satuan tugas (Satgas) Tanggap Darurat yang melibatkan pasukan TNI Angkatan Darat (AD), masih melakukan patroli di sejumlah desa yang masuk dalam lingkaran zona merah, atau sekitar 7 kilometer (Km) dari kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo.
"Patroli ini kita lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk atas erupsi gunung berapi tersebut. Jangan sampai ada pengungsi, relawan, maupun pengunjung yang menjadi korban," ujar Komandan Satgas Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung, Letkol Infantri Asep Sukarna.
Asep Sukarna mengatakan, sebanyak 600 personel TNI yang dilibatkan mengantisipasi letusan Gunung Sinabung tersebut. Personel yang dibagi dalam beberapa kelompok di tempat yang berbeda di beberapa zona di sana, setiap saat sudah mempersiapkan proses evakuasi masyarakat.
"Zona merah yang berada di beberapa desa di sana memang sudah steril. Namun, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, makanya kita kerahkan petugas untuk patroli. Pintu masuk menuju desa yang tergolong zona merah pun dijaga. Masyarakat diharapkan menyadari hal itu," katanya.
Asep Sukarna tidak memungkiri, kemungkinan masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung, terkadang dengan memberanikan diri, memasuki zona merah tersebut. Mereka kembali ke desa dengan secara diam - diam karena mengkhawatirkan keamanan di desanya yang sama sekali tanpa penghuni.
"Kami minta masyarakat tidak mengkhawatirkan hal tersebut. Jangan khawatir atas keberadaan barang di dalam rumah. Sebab, pasukan TNI selalu berjaga di setiap desa yang masuk zona merah tersebut. TNI disiagakan di zona merah juga untuk mengangkut warga jika ada di lokasi saat erupsi gunung berapi itu," sebutnya.
Sehari sebelumnya, pasukan TNI Angkatan Darat bekerjasama dengan Polri, Pemerintah dan dibantu relawan, sudah melakukan evakuasi terhadap 2.731 warga dari empat desa yang lokasinya dekat dengan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut)
Tujuh desa yang berada pada radius 7 kilometer (Km) dari kaki Gunung Sinabung, jauh hari sebelumnya sudah dalam kondisi kosong. Pengungsi yang dievakuasi dari empat desa pun sudah ditempatkan di Posko Paroki, Posko KNPI, dan Posko Gereja Batak Karo Protestan di kawasan Kabanjahe. ***Candra Wibawanti

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved