Headlines News :
Home » » Tak Sanggup Dipisahkan, Suami Kalap Nekad Membunuh Isterinya Di Pengadilan

Tak Sanggup Dipisahkan, Suami Kalap Nekad Membunuh Isterinya Di Pengadilan

Written By Infobreakingnews on Kamis, 11 Juni 2015 | 19.06

Rahmad Langsung Dibekuk Petugas Sesaat Melakukan Penikaman

Batam, infobreakingnews - Peristiwa berdarah yang terjadi dihadapan majelis hakim ini menunjukan betapa kompleksnya pengawalan digedung pengadilan negeri apalagi seperti diberbagai Pengadilan Agama (PA). 

Batam siang ini berduka. Seorang pengunjung yang diketahui bernama Rahmat mengamuk di ruang tunggu dan menewaskan satu orang.

Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, awalnya Rahmat menusuk istrinya, Sri, yang sedang duduk di ruang tunggu PA Batam di Jalan Sutami, Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (11/6/2015) sekitar pukul 11.15 WIB. 

Kakak Sri, Umi, yang duduk di sebelah Sri langsung menahan lengan Rahmat yang mencoba mengayunkan pisau ke perut Sri. Namun Rahmat kalap. Pisau malah ditusukkan ke tubuh Umi. Alhasil Umi tersungkur. Sebelumnya diberitakan yang meninggal dunia adalah Sri.

Melihat peristiwa keji ini, pengunjung pengadilan langsung membantu korban dan terjadi pergumulan dengan pelaku. Dalam pergumulan tersebut, Rahmat tertusuk pisaunya sendiri.

"Semua masih dalam penyelidikan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Barelang Kompol Yoga Buanadipta di lokasi. Rahmad kemudian diamankan, sedang dua korban dibawa ke rumah sakit.



istrinya, Sri, dan kakak Sri bernama Umi di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Batam di siang hari bolong di depan banyak pengunjung. Umi meninggal seketika. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kamis (11/6/2015), Sri mengajukan gugatan cerai karena sudah tidak tahan disiksa oleh Rahmat. Dalam perjalanan mengarungi bahtera rumah tangga, Rahmat kerap memukul, menganiaya dan menyiksa Sri. Penganiayaan tidak hanya dilakukan satu kali, tetapi berulang kali.

Seusai menganiaya, Rahmat meminta maaf dan berjanji tidak melakukannya lagi. Tapi tidak berapa lama, Rahmat mengulangi lagi kekerasan dalam rumah tangga itu. Demikian selalu terus berulang.

Dengan penderitaan yang dialaminya, Sri lalu mengajukan gugatan cerai ke PA Batam. Namun anehnya, Rahmat tidak mau diceraikan. Padahal, Rahmat kerap menjadikan istrinya menjadi tempat pelampiasan kekerasan sang suami.

Dalam sidang mediasi, Rahmat berbicara keras bahwa ia tidak mau diceraikan. Akhirnya perkara tersebut masuk ke pokok perkara. Namun sebelum sidang dimulai siang ini, Rahmat menusuk Sri dan Umi. Umi sendiri datang ke PA Batam untuk menemani adiknya sidang.

Dari perkawinan itu, keduanya dikaruniai dua orang anak. Sejak awal biduk rumahtangga yang mereka bina selalu diwarnai pertengkaran dan campur tangan pihak mertua yang membuat pelaku sakit hati karena tak pernah siap untuk berpisah dengan anak dan isterinya, walau sikapnya acap kali brutal yang membuat Sri dan keluarganya memilih lebih baik bercerai dengan Rahmad yang semakin nekad diareal gedung pengadilan PA Batam.*** Yana Achbarie.



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved