Headlines News :
Home » » Tahun Depan Rakyat Semakin Sulit Karena Besarnya Dana APBD Dirampok Oknum Parpol

Tahun Depan Rakyat Semakin Sulit Karena Besarnya Dana APBD Dirampok Oknum Parpol

Written By Infobreakingnews on Senin, 29 Juni 2015 | 06.10


Jakarta, infobreakingnews - Dunia Politik yang semakin korup dan dana anggaran belanja yang semakin tahun semakin besar, menjadikan sasaran utama untuk dirampok walau sadar jika ketangkap pasti dijebloskan kedalam penjara, namun karena kebutuhan yang mendesak dan ingin tampil berkuasa maka korupsi satu satunya cara penjahat merampok uang rakyat demi menjadi wakil rakyat,
Hal ini disebutkan oleh Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Apung Widadi, mengungkapkan adanya gejala perampokan secara sistematis anggaran rakyat untuk dana politik.
Dana politik tersebut, katanya, disinyalir untuk persiapan pertarungan politik jangka panjang baik di pilkada maupun Pemilu 2019.
"Kita melihat ada upaya untuk menyedot dana politik dari APBN 2016 seperti ngototnya DPR memperjuangkan Dana Aspirasi hingga Rp 11,2 Triliun per tahun dan upaya mengegolkan kembali dana bantuan keuangan parpol hingga Rp 10 Triliun pertahun," ujar Apung, dalam diskusi, di Bakoel Koffi, Cikini, Jakarta, Minggu (28/6).
Terkait Dana Aspirasi, Apung menilai, bahwa dana tersebut tidak sesuai dengan arah pembangunan ekonomi antara pusat dan daerah. Dana Aspirasi, katanya justru menyebabkan ketimpangan antara daerah.
"Dari sisi regulasi juga, Dana Aspirasi bertentangan dengan UU Keuangan Negara, UU Perbendaharaan Negara, UU Perencanaan Penganggaran, UU Otonomi Daerah, UU Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah," paparnya.
Sedangkan terkait peningkatan dana bantuan Parpol, Apung beranggapan hal ini belum efektif karena lebih efektif jika APBN digunakan untuk membiayai belanja publik terlebih dahulu, seperti pendidikan, kesehatan dan pangan. Apalagi, katanya defisit APBNP 2015 mencapai Rp 220 Triliun atau mendekati 1,9 persen.
"Bahkan APBN 2016 disinyalir mencapai defisit 2,2 persen yang akhirnya untuk menutupi kekurangan tersebut akan diambil dari dana utang luar negeri hampir Rp 150 Triliun. Jadi, jelas dana bantuan keuanga parpol belum mendesak dan dibutuhkan," terang Apung.
Fitra, katanya, menuntut DPR untuk obyektif dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, bukannya mengutamakan kepentingan sendiri dan parpol. Dia menantang DPR untuk membuat APBN Alternatif 2016 dengan memperhatikan prioritas dan kebutuhan rakyat Indonesia.
"APBN Alternatif 2016 ini bisa menjadi pembanding terhadap sistem perencanaan APBN versi pemerintah yang juga masih celah politik anggaran menyimpang. DPR jangan hanya memanfaatkan RAPBN sebagai ruang transaksional ekonomi-politik," imbuh Apung.*** Emil F Simatupang.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved