Headlines News :
Home » » Presiden Perintahkan Menkeu Tolak Dana Aspirasi Anggota DPR

Presiden Perintahkan Menkeu Tolak Dana Aspirasi Anggota DPR

Written By Infobreakingnews on Senin, 29 Juni 2015 | 21.00


Jakarta, infobreakingnews - Setelah hampir tiga bulan belakangan ini goncang gancing dana aspirasi anggota DPR, akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro untuk menolak dana aspirasi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Teten Masduki dari Tim Komunikasi Presiden, mengatakan, presiden menolak dana aspirasi yang diinginkan Dewan karena tidak sesuai dengan aspek keekonomian dan aspek pembagian wewenang.
"Presiden memang tidak menghendaki dana aspirasi. Sebab, bukan hanya disebabkan aspek kondisi ekonomi keuangan yang sedang sulit, tapi juga dari segi pembagian kekuasaan yang prinsipil. Sebenarnya DPR itu hanya pengawasan dan persetujuan anggaran, bukan pelaksana anggaran. Ini yang prinsipil," tegas Teten saat ditemui di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6).
Lebih lanjut, Teten menambahkan, apabila DPR menginginkan memperjuangkan konstituennya, hal itu dapat direalisasikan dengan mendapatkan program pendanaan yang memang sudah disusun pemerintah. "Saya kira, pak presiden kemarin sudah meminta Menkeu untuk menyampaikan soal itu," tambahnya.
Presiden, kata Teten, berharap, baik legislatif maupun eksekutif bisa sama-sama memahami soal pembagian kekuasaaan, termasuk pelaksana anggaran tersebut. Hal itu disampaikannya menyusul permintaan DPR bahwa perlu adanya dana aspirasi bagi para anggota Rp 20 miliar.
"Sehingga apa yang mereka perjuangkan untuk konstituennya sudah di-cover dalam program-program pemerintah. Jadi, bukan ada alokasi khusus untuk anggota dewan yang dibelanjakan oleh mereka sendiri. Itu secara prinsipil yang bermasalah," pungkas Teten.*** Any Christmiaty.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved