Headlines News :
Home » » Polisi Dan Pengusaha Tempat Hiburan Bahas Aturan Bisnis Bulan Puasa

Polisi Dan Pengusaha Tempat Hiburan Bahas Aturan Bisnis Bulan Puasa

Written By Infobreakingnews on Selasa, 16 Juni 2015 | 06.25

Jakarta, infobreakingnews - Demi tercapainya kesejukan nan elok, Polda Metro Jaya dan Dinas Pariwisata DKI Jakarta, melakukan pertemuan dengan asosiasi pengusaha tempat hiburan, membahas Peraturan Gubernur yang berlaku pada saat Ramadan dan Idul Fitri.
"Polda Metro mengajak seluruh pengusaha, rumah makan, kafe, untuk sama-sama menghormati umat islam dalam menjalankan ibadah puasa," ujar Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Widjanarko, di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Selasa (16/6).
Dikatakan Budi, pihaknya melakukan diskusi dengan pengusaha tempat hiburan terkait peraturan pengaturan jam operasional tempat hiburan.
"Misalnya, tempat pijat harus tutup selama sebulan. Sedangkan, tempat makan, restoran dan kafe disesuaikan jam operasionalnya," ungkapnya.
Menyoal kalau ada oknum pengusaha tempat hiburan yang membandel, Budi menegaskan, polisi akan melakukan tindakan tegas.
"Akan dilakukan tindakan jika membandel. Mulai dari teguran hingga penertiban. Kami memback-up Satpol PP untuk melakukan penertiban. Sudah ada Pergub mengenai peraturan tempat hiburan selama puasa," tegasnya.
Ia menyampaikan, dengan adanya peraturan itu, tidak ada lagi pergerakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang melakukan tindakan penertiban atau aksi sweeping.
"Jika ada akan kami lakukan tindakan. Selain itu, kami tetap akan lakukan patroli tiap hari demi ketertiban dan keamanan selama puasa," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Seluruh Indonesia, Adrian Meilite, menuturkan pihaknya akan menjalankan peraturan yang berlaku dan bekerjasama dengan pihak kepolisian selama bulan Ramadan.
"Kami melakukan diskusi ini untuk membahas persoalan tempat hiburan selama bulan Ramadan. Kami mitra dengan pihak kepolisian," katanya.
Ihwal apakah pendapatan tempat hiburan akan menurun selama bulan Ramadan, Adrian menyebutkan pasti akan turun.
"Pasti menurun, tapi kita akan lakukan dan jalankan selama sebulan. Dari pada tidak buka sama sekali, mending diatur jam operasionalnya. Kalau tidak buka sama sekali bagaimana kita bayar pegawai dan THR (Tunjangan Hari Raya)," tukasnya.*** Candra Wibawanti.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved