Headlines News :
Home » » Pembangunan SMP Sarat Penyimpangan, Kejaksaan Terkesan Jalan Ditempat

Pembangunan SMP Sarat Penyimpangan, Kejaksaan Terkesan Jalan Ditempat

Written By Infobreakingnews on Selasa, 23 Juni 2015 | 11.50

Tulang Bawang, infobreakingnews - Pembangunan gedung Perpustakaan SMP Negeri Satu Atap 3 Gedung Meneng dan Laboratorium SMP Negeri 02 Meraksa Aji Tulang Bawang yang bersumber data tersebut APBN disinyalir Sarat Penyimpangan, terindikasi adanya kongkalikong Dinas Pendidikan Tuba. Kejaksaan Negeri Menggala yang mempunyai kewenangan untuk melakukan pemeriksaan terkesan jalan ditempat.
 
Dunia Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang kembali tercoreng akibat ulah segelintir oknum-oknum Kepala Sekolah yang berjiwa Korup. Sungguh naif  disaat banyaknya Sekolah yang hancur dan butuh renopasi ,Pemerintah dari tahun ke tahun menganggarkan bantuan Pembangunan Gedung melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN ) sedikitnya lebih kurang 20 % untuk Pendidikan ,tentunya agar dapat memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan supaya proses kegiatan belajar dan mengajar dapat berlangsung dengan efektif dan kondusif. Namun Niat baik program Pemerintah ini dimanpaatkan Oleh segelintir Oknum-oknum Kepala sekolah yang diduga untuk mengeruk keuntungan demi mengenyangkan perut mereka tanpa memikirkan Mutu dan kwalitas bangunan. 
 
Seperti yang terjadi dengan Dinas Pendidikan Tulang Bawang yang diduga sengaja tutup mata terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah ataupun Panitia pelaksana Pembangunan Sekolah berupa pembangunan Ruang Perpustakaan ataupun Laboratorium di sejumlah sekolah yang tersebar di kecamatan dalam wilayah Kabupaten Tulang Bawang pada tahun anggaran 2014 yang bersumber dari dana APBN. Salah satu pelanggaran yang nampak jelas dan sering terjadi adalah tidak adanya plang nama yang memuat sejumlah Data yang diperlukan dan biasanya terpampang jelas pada setiap kegiatan Proyek.
 
Seperti yang pernah dilansir oleh salah satu media cetak yang berada di Tulang Bawang, di SMP Negeri Satu Atap 3 Gedung Meneng yang beralamatkan di Kampung Gunung Tapa Udik, Kecamatan Gedung Meneng, dimana telah melaksanakan pembangunan 1 buah gedung perpustakaan pada tahun anggaran 2014 yang bersumber dari dana APBN, namun pada saat itu tidak  ada plang nama proyek yang semestinya dibuat dan terpasang mencantumkan nilai anggaran, sumber dana serta lama waktu pekerjaan yang tentunya agar publik dapat mengetahuinya, sesuai dengan Undang Undang nomor 14 tahun 2008 dan diberlakukan pada tahun 2010 tentang KIP (Ketransparanan Informasi Publik yang berbunyi : setiap dana baik yang bersumber dari APBN ataupun APBD bahkan bantuan dari luar Negeri sekalipun ,masyarakat mempunyai Hak untuk mengetahuinya, namun fakta dilapangan nampaknya para oknum Kepala Sekolah tersebut sengaja tidak membuat Plang proyek.
 
Kuat dugaan oknum Kepala Sekolah sengaja merahasiakan bantuan tersebut agar bisa leluasa melaksanakan pembangunan tanpa diketahui ataupun diawasi oleh masyarakat sehingga dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan juklak dan Juknis serta prosedur yang ada.
 
Sesuai dengan dokumentasi yang dimiliki oleh wartawan media cetak tersebut (Andi Irawan), nampak jelas penggunaan besi corran pada seluruh tiang menggunakan besi berukuran 10 dan 12 serta  berjumlah tiga batang dan berbentuk segitiga, lebih janggal lagi jarak kolom kekolom cincin berjarak 30 cm, hal ini sungguh ironis disaat pemerintah berupaya untuk meningkatkan Sarana dan prasarana sekolah demi  menciptakan SDM yang handal dan dapat berdaya saing  demi menunjang Wajib belajar 9 tahun justru oknum Kepsek ini mengurangi mutu dan kwalitasnya.
 
Hal yang sama juga terlihat didalam dokumen wartawan media cetak tersebut (Andi Irawan) yaitu pada Proyek pembangunan satu gedung Laboratorium di SMP N 02 Meraksa Aji, Kecamatan Meraksa Aji yang beralamatkan di Jalan Sukarno Hatta Kampung Bangun Rejo. Terlihat besi corran untuk seluruh  tiang bangunan menggunakan besi 8 yang berukuran diameternya sebesar batang rokok sampurna mild dan pada kolom cincin memakai besi 6, bahkan besi corran ada yang hanya memakai besi berjumlah tiga batang hingga nampak jelas besi corran itu berbentuk segi tiga, padahal seharusnya corran itu berbentuk segi empat, kejanggalan juga terlihat pada jarak cincin ke cincin berjarak sekitar 30 cm, kayu kusen terlihat jelas menggunakan kayu Akasia yang sudah dimeni. Berdasarkan keterangan salah satu tukang didalam dokumentasi tersebut yang mengaku bernama Bali mengatakan,” untuk adukan bangunan ini kita pakai adukan 1:7 untuk pemasangan bata dan plesteran, kalau kayu Kusen pakai Akasia.
 
Berdasarkan dokumentasi tersebut nampak jelas tidak ada keterbukaan dan keteransparanan masing-masing Kepala sekolah dengan dewan-dewan gurunya pasalnya, setiap guru dikedua sekolah tersebut yang dikonfirmasi mereka tidak mengetahui nilai anggaran bangunan tersebut.
 
Ketika wartawan media cetak tersebut (Andi Irawan) akan mengkonfirmasi  Kepala Sekolah SMPN Satu Atap 3 dan Kepsek SMP Negeri 02 Meraksa Aji, namun disayangkan sampai saat ini kedua kepala Sekolah tersebut sulit untuk ditemui dan terkesan menghindar dari wartawan. Bahkan Kadis Pendidikan Tulang Bawang sulit untuk ditemui di sambangi di kantornya beberapa kali selalu tidak ada ditempat dan dihubungi di ponselnya di nomor 081272233755 tidak pernah diangkat di smspun tidak pernah dibalas dan sampai akhirnya nomor itu tidak diaktifkan lagi oleh Kepala Dinas terkesan menghindar dari Wartawan. Ada apakah dibalik semua itu....?

Menurut wartawan media cetak tersebut (Andi Irawan), berita masalah indikasi penyimpangan dua gedung tersebut sudah saya publikasikan sebanyak tiga kali dimedia cetak saya, namun Dinas Pendidikan Tulang Bawang belum mengambil tindakan tegas, bahkan masalah ini sudah sempat ditangani oleh Inspektorat Tulang Bawang dan Kejaksaan Negeri Menggala namun sampai saat ini belum dilakukan penindakan dan pemeriksaan terkait permasalahan kedua bangunan gedung tersebut. Apakah kedua Oknum Kepala Sekolah tersebut sudah Kebal Hukum ataukah karena telah di bekingi oleh oknum Pejabat/Aparat Penegak hukum, sehingga kasus ini belum di tindak lanjuti sesuai aturan dan Prosedur Hukum yang ada? Publik dan Masyarakat tentunya berharap kepada Aparatur penegak Hukum agar tidak tebang pilih dalam menangani dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi yang terjadi di wilayah hukum setempat."Tegasnya."
 
Kepada infobreakingnews.com Inspektur Pembantu I Roflita dan Inspektur Pembantu II Edi Juanda, mengatakan masalah kedua bangunan gedung sekolah tersebut tidak bisa kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut karena itu merupakan ranahnya Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan BPKP yang punya hak mutlak untuk melakukan audit dan pemeriksaan terkait dengan dana yang berasal dari anggaran APBN. Kami hanya bisa melakukan pembinaan dan pengarahan melalui Dinas terkait jika ada dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh para oknum Kepsek tersebut dan Pak Inspektur sudah melakukan pemanggilan kepada pengawasnya dari Dinas Pendidikan dan mereka mengatakan bangunan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Untuk lebih jelasnya silahkan temen-temen wartawan temuin langsung pengawasnya di Dinas Pendidikan.”Ungkap mereka dengan santai.***Handri 
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved