Headlines News :
Home » » Panglima Sebut Tindakan Australia Gelapkan Imigran Sebagai Modus Baru

Panglima Sebut Tindakan Australia Gelapkan Imigran Sebagai Modus Baru

Written By Infobreakingnews on Selasa, 16 Juni 2015 | 06.42

Jakarta, infobreakingnews - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Moeldoko menyebut tindakan Australia yang diduga membayar imigran asal Bangladesh, Sri Lanka, dan Myanmar untuk membawa kembali kapal ke wilayah Indonesia, adalah modus baru yang sulit terdeteksi. Mengingat, dilakukan bukan di wilayah perairan tanah air. Melainkan di wilayah perairan Australia.
"Kayaknya model baru. Model baru (membayar imigran)," kata Moeldoko yang ditemui sebelum menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6).
Tetapi, atas praktek tersebut, Moeldoko mengaku TNI tidak bisa mengambil tindakan karena melibatkan dua negara. Sehingga, menjadi ranah politik antar dua negara.
Moeldoko hanya bisa menjanjikan penjagaan wilayah perbatasan oleh personel TNI.
"Tetap kami melakukan pengamanan. Tetapi karena keterbatasan (personel) dan keluasan wilayah itu, terkadang ada (wilayah) yang kosong. Itu masalahnya. Tetapi, pengamanan berjalan," tegas Moeldoko.
Seperti diketahui, diberitakan BBC bahwa ada sebuah kapal yang mengangkut imigran dengan tujuan Selandia Baru ditahan petugas keamanan Indonesia, di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Kepada polisi setempat, kapten dan kru kapal mengaku sebelumnya dicegat di tengah laut oleh kapal perang Angkatan Laut Australia.
Kemudian, mereka mengaku ditawari uang sebesar 5.000 dollar Australia atau Rp 51,6 juta jika mau kembali berlayar ke perairan Indonesia.
Sementara itu, diberitakan AFP, juru bicara badan PBB untuk urusan pengungsi, James Lynch, Jumat pekan lalu, membenarkan bahwa stafnya telah mengonfirmasi kejadian itu dengan mewawancarai 65 penumpang yang berada di atas kapal.
Untuk mengkonfirmasi hal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi ternyata sudah bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson, Sabtu pekan lalu.
Menurut Retno, Dubes Grigson tak bisa menjawab dan berjanji akan membawa pertanyaan tentang masalah itu ke Canberra.*** Emil Fosters.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved