Headlines News :
Home » » Otak Kotor Australia Terungkap, Bayar Kapal Imigran Gelap Ke Indonesia

Otak Kotor Australia Terungkap, Bayar Kapal Imigran Gelap Ke Indonesia

Written By Infobreakingnews on Kamis, 18 Juni 2015 | 06.48

Kupang, infobreakingnews - Kasus penangkapan 65 orang imigran gelap asal tiga negara yang terdampar di Pulau Landul, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mencuat ke publik karena diduga kuat tentara Angkatan Laut Australia, membayar ABK Andika sebesar US$ 31.000, makanan, dua buah perahu, pelampung dan bahan bakar minyak (BBM) seadanya guna mengangkut imigran tersebut kembali ke wilaya NTT, Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya, melalui Kabid Humas Polda NTT, AKBP Ronalzi Agus, Sik, kepada infobreakingnews.com di Kupang, usai kunjungan dari kabupaten Rote Ndao, Rabu, (17/6).
Ronalzi, mengatakan, kami kemarin bertugas di Polres Rote, dalam pelaksanaan tugas pengawasan anggota Polri di NTT. Dalam tugas itu terkait penanganan kasus 65 orang imigran gelap dari Myanmar, Bangladesh, dan Sri Lanka yang terdampar di Pulau Landul, Kabupaten Rote Ndao sejak (29/5) lalu.
Sebanyak enam orang ABK KM Andika asal Sulawesi tersebut sudah tetapkan sebagai tersangka. “Sesuai hasil penyelidikan enam tersangka mengakui perbuatannya mengangkut imigran itu dari Malaysia menuju Cisarua untuk melanjutkan perjalanan menuju Selandia Baru melewati perairan bebas dan tiba-tiba dihadang tentara angkatan laut Australia dan diamankan,” jelasnya.
Seperti pengakuan enam ABK KM Andika kepada penyidik, bahwa perjalanan mereka dari Malaysia sampai di Cisarua, Jawa Barat dan sampai di pulau Pasir Indonesia selama 10 hari lamanya. Sebanyak 65 orang imigran itu mencari suaka ke Selandia Baru bukan ke Australia. Namun tujuan ke Selandia Baru tidak tercapai karena dibuntuti angkatan laut Australia. Sebanyak 65 imigran gelap itu diamankan di kapal angkatan laut Australia. Kemudian 65 orang imigran itu dipaksa pulang ke Indonesia via pulau Rote, NTT dengan menggunakan dua kapal kecil.
Pada saat 65 orang imigran gelap dan enam orang ABK itu dipulangkan, mereka dibagi menjadi dua kapal kecil dengan kapasitas angkut 20 orang. Kapal yang disiapkan tentara Australia adalah kapal Kana dan Jasmin. “Pada saat mau berlayar ke Rote, kedua kapal itu diberikan bahan bakar minyak (BBM) seadanya untuk sampai di perairan pulau Rote Indonesia. Selain itu mereka juga diberi makanan, pelampung, GPS sederhana dan uang sebanyak US$ 31.000,” jelas Kabid Humas Polda NTT, AKBP Ronalzi Agus, sesuai penjelasan ABK Andika kepada penyidik.
Barang bukti berupa uang dolar Amerika masih tersisa sebanyak US$ 26,1 sudah disita pihak penyidik bersama dua kapal yang disediakan tentara Australia, pelampung dan GPS. Keenam ABK Andika itu dikenakan undang-undang nomor 6 tahun 2012 tentang penyelundupan manusia. Sedangkan Kapal Andika dibakar tentara Australia.
Sebanyak 65 orang imigran beserta 6 ABK Andika terdampar akibat kehabisan BBM. BBM yang diberikan tentara Australia tidak cukup sampai di Rote Ndao dan terdampar di Pulau Landul.  Kedua orang ABK melarikan sempat diri dengan speed boat, juga berhasil diamankan Polisi," tambahnya.
Kapolres Rote Ndao, AKBP, Hidayat, merinci 65 imigran itu yakni dari satu orang berasal dari Myanmar, Bangladesh 10 orang dan Sri Lanka sebanyak 54 orang.
"Dari 65 orang imigran itu, perempuan sebanyak empat orang dan anak anak ada dua orang dan satu balita. Polisi juga sudah menangkap dua ABK KM Andika. Sehingga jumlah ABK sebanyak enam orang. Semuanya berasal dari Sulawesi ," ungkap Hidayat.
65 orang imigran gelap asal tiga negara itu, saat ini sedang ditampung di Hotel Ina Boi, Kota Kupang, NTT, karena Rumah Detensi Imigran Kupang sudah penuh.*** James Sp
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved