Headlines News :
Home » » Limbah Getah Karet Cemari Sungai, Pihak Terkait Harus Tanggung Jawab Sesuai UU

Limbah Getah Karet Cemari Sungai, Pihak Terkait Harus Tanggung Jawab Sesuai UU

Written By Infobreakingnews on Selasa, 02 Juni 2015 | 19.10

Tulang Bawang Barat, infobreakingnews.com - Upaya pembuatan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)  berlandaskan pada UU No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air (pasal 17) yang bunyinya “Setiap orang atau badan yang membuang limbah cair wajib menaati baku mutu limbah cair sebagaimana ditentukan dalam izin pembuangan limbah cair yang ditetapkan baginya.”  

Kemudian berdasarkan undang-undang No 23 tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 18 tentang perijinan dan pasal 25 tentang sanksi serta Undang-undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 98, pasal 99 dan pasal 102.

Meskipun Pengelolaan Lingkungan Hidup sudah di atur oleh undang-undang di atas,  hal ini tidak membuat para pengusaha yang menghasilkan limbah gentar dan terkesan acuh dengan keberadaan limbahnya yang tidak dikelola sedemikian rupa, padahal undang-undang tersebut sudah jelas-jelas ada sanksi pidana dan sanksi denda milyaran rupiah.

Dari pantauan infobreakingnews.com, kondisi yang sangat memprihatinkan dan menjijikkan terlihat dilapak karet Tiuh Cahyou Randu, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Pasalnya lapak karet tersebut tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL ), sehingga air limbah dari getah-getah karet yang dibeli dari para petani berceceran di mana-mana dan dialirkan ke sungai Way Telou yang berada diperbatasan Kampung Banjar Dewa, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang. Akibatnya selain akan mencemari sungai, udara yang ada di sekitar lingkungan Lapak karet tersebutpun baunya tercium tidak sedap. Walaupun demikian pihak terkait masih tidak memberikan sanksi tegas meskipun sudah mulai merugikan masyarakat sekitarnya.

Jika hal ini terus di biarkan akan mencemari air yang berada di sekelilingnya sehingga membahayakan kesehatan masyarakat yang mengunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. 

"Praktek ini harus segera dihentikan  dan Pemerintah Daerah Tulang Bawang Barat serta pihak-pihak terkait lainnya harus bertindak tegas sesuai dengan peraturan dan Undang-undang yang berlaku." ***Handri


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved