Headlines News :
Home » » KPK Semakin Galau, Bareskrim Polri Sikat Habis Kasus Mega Korupsi

KPK Semakin Galau, Bareskrim Polri Sikat Habis Kasus Mega Korupsi

Written By Infobreakingnews on Kamis, 04 Juni 2015 | 08.26


Jakarta, infobreakingnews - Harus diakui jika Bareskrim Polri ditangtan Komjen Buwas, terasa lebih tajam dan melejit melewati reputasi KPK yang justru belakangan terasa melorot dan nyaris tak bergigi lagi, apalagi terlalu banyak gaya KPK yang tidak disukai banyak pihak dimana terlalu lama melakukan penahanan terhadap seseorang yang telah dinyatakan sebagai tersangka.

Satu lagi kasus mega korupsi yang mustinya jauh hari sudah harus disikat KPK, kini Kabareskrim Komjen Budi Waseso yang menanganinya, menyebut pihaknya sudah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus dugaan cetak sawah, sebuah proyek yang diinisiasi Kementerian BUMN 2012 lalu. Siapa calon tersangka tersebut, Komjen Buwas, sapaan Budi Waseso, masih merahasiakannya.

"Dugaan-dugaan ada, tapi nanti kita lihat. Nanti, pelan-pelan. Jangan cepat-cepat," kata Komjen Buwas saat disinggung penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim yang sudah menetapkan calon tersangka.

Pernyataan tersebut disampaikan Buwas kepada infobreakingnews.com, seusai menghadiri satu dasawarsa Kompolnas di komplek PTIK-STIK, Jl Tirtayasa, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2015).

Penyidik Tipikor Bareskrim saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait dengan proyek urunan beberapa BUMN dengan nilai Rp 300an miliar tersebut.

"Masih dalam taraf kesaksian-kesaksian yang sekarang kita bisa periksa," ujarnya.

Disinggung mengenai pemeriksaan pejabat di BUMN yang juga mantan Staf Ahli Bidang Tata Kelola dan Sinergi Antar BUMN era Menteri Dahlan Iskan, Achiran Pandu Djajanto, Buwas mengatakan bila proses tersebut berkaitan dengan pencarian keterangan dan konfirmasi data penyelidikan yang didapatkan penyidik.

"Semua kan berkaitan dengan alat bukti yang ditemukan, semua akan dikaitkan dengan keterangan-keterangan itu. Kan harus dituangkan dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," beber Buwas.

Proyek cetak sawah merupakan urunan CSR beberapa BUMN di bidang perbankan, asuransi, perhubungan, hingga minyak dan gas bumi. Proyek tersebut senilai Rp 317.031.739.738. Para BUMN itu mempercayakan penggarapan cetak sawah kepada PT SHS. Namun, pihak SHS melempar kembali proyek tersebut kepada PT HK, IK, BA, dan YK. Namun, pada kenyataanya proyek tersebut diduga fiktif.

Penyelidikan dilakukan sejak April 2015. 21 saksi diperiksa, termasuk 6 orang camat, kepala desa, Ketua RT, dan Petani Kecamatan Hilir Utara.*** Siswo Pramono.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved