Headlines News :
Home » » Korban Minuman Alkohol Oplosan Di India Mencapai 100 Orang

Korban Minuman Alkohol Oplosan Di India Mencapai 100 Orang

Written By Infobreakingnews on Selasa, 23 Juni 2015 | 14.01

Mumbai, infobreakingnews  - Korban tewas di India akibat keracunan minuman keras (Miras) oplosan naik ke angka 100 pada Senin (22/6), saat pihak berwenang di Mumbai berjanji untuk menindak perdagangan gelap. Akibat mengkonsumsi miras yang dicampur methanol.

"Korban tewas saat ini 100 orang dan 47 orang menjalani perawatan di rumah sakit," jelas Dhananjay Kulkarni, wakil komisaris polisi di kota India barat kepada AFP.
Korban pertama mulai jatuh sakit selama pertengahan pekan lalu setelah minum miras oplosan di permukiman kumuh di utara kota Mumbai, ibukota keuangan India.
"Kami yakin bahwa kami telah menyita semua minuman keras palsu sehingga jumlah korban tewas mungkin segera stabil," kata Kulkarni.
Kulkarni mengatakan polisi telah menangkap dua wanita yang dituduh memasok minuman keras. Jumlahnya menjadi tujuh orang yang ditahan karena penyebaran alkohol di pinggiran Malad Barat. Dia menambahkan bahwa salah satu wanita yang ditahan diduga telah menjual miras oplosan di daerah itu selama 10 tahun.
Kulkarni menambahkan polisi masih menunggu hasil investigasi untuk menentukan kandungan metanol dalam miras tersebut.
Methanol merupakan zat sangat beracun untuk dikonsumi yang biasanya digunakan sebagai anti-beku atau bahan bakar, sering ditambahkan ke minuman keras ilegal di India sebagai metode murah dan cepat untuk menaikkan kadar alkohol.
Minuman keras tanpa izin secara luas dikonsumsi di seluruh negara di mana kadang-kadang dijual dengan harga kurang dari satu dolar untuk botol ukuran 25 centilitre yang sering berakhir dengan kematian. Namun sangat jarang untuk insiden tersebut terjadi di kota besar seperti Mumbai, dengan sebagian besar kasus terjadi di desa-desa miskin.
Insiden terbaru adalah kasus terburuk dari jenisnya yang akan menjadi rekor di Mumbai sejak 2004 ketika sekitar 100 orang meninggal. Pelayat pada Senin menghadiri upacara Hindu untuk salah satu korban, Shyam Dhotre yang berusia 32 tahun.
"Air mata kami telah kering. Kami telah kehilangan anak kami. 32 tahun merupakan usia yang masih sangat muda untuk mati,” ucap ayah korban, Lalu Dhotre kepada AFP.Mereka kebanyakan adalah tulang punggung keluarga.
Polisi menerima kritik karena delapan personelnya dianggap lalai mengawasai penjualan miras.
Press Trust of India (PTI) mengutip kantor berita Fateh Singh Patil menambahkan bahwa komisaris polisi di utara Mumbai, mengatakan ia telah menginstruksikan semua unit di daerah untuk memastikan bahwa seluruh negaran menjadi zona bebas dari miras oplosan.
“Dia ingin melihat bahwa tidak ada kerugian lebih lanjut dari kehidupan yang dilaporkan karena kejahatan sosial ini,” tambah PTI. Patil juga meminta perempuan untuk bertindak sebagai informan terhadap pembuatan minuman keras.
Ada banyak kasus keracunan alkohol massal di India dalam beberapa tahun terakhir, yang terburuk adalah pada 2011 ketika hampir 170 orang tewas di negara bagian timur Bengal Barat.*** Novie Koesdarman
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved