Headlines News :
Home » » Ironis, Masih Ada Kantor Pengadilan Negeri Cuma Punya 3 Orang Hakim Tangani Ribuan Perkara

Ironis, Masih Ada Kantor Pengadilan Negeri Cuma Punya 3 Orang Hakim Tangani Ribuan Perkara

Written By Infobreakingnews on Rabu, 03 Juni 2015 | 08.51

Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali

Jakarta, infobreakingnews - Sesungguhnya hampir setiap tahun selalu bertambah personil Hakim, namun kenyataannya hingga kini masih dijumpai adanya sebuah Pengadilan Negeri (PN)m didaerah yang hanya memiliki beberapa orang hakim, yang sangat jauh dari harapan untuk bisa menangani jumlah perkara yang terus semakin membludak.

Kekhawatiran Komisi Yudisial (KY) soal krisis hakim akhirnya terbukti. Sebuah pengadilan di Sumatera Barat (Sumbar) hanya diisi oleh 3 hakim. Padahal disisi lain,langkah sebagian hakim agung yang mengganjal seleksi hakim pun sangat disesalkan.

Pengadilan tersebut adalah Pengadilan Negeri (PN) Painan, Sumatera Barat (Sumbar). "Memprihatinkan, satu pengadilan hanya ada 3 hakim. Artinya hanya ada satu majelis hakim. Bagaimana kalau ada yang sakit atau cuti, dua hakim tidak bisa melakukan apa-apa," kata pimpinan KY, Imam Anshori Saleh kepada wartawan, Rabu (3/6/2015).

Awalnya, PN Painan memiliki 5 hakim. Namun dalam rotasi MA yang dilakukan akhir Mei 2015 lalu, Ketua PN Painan Ahmad Sumardi dipromosikan menjadi KPN Bangkinang. Adapun Wakil PN Painan, Budi Santoso lalu naik menjadi Ketua PN. Satu hakim yang dipromosikan dan harus keluar dari PN Painan adalah Radius Chandra karena dipromosikan menjadi hakim di PN Batusangkar. Dengan keluarnya Ahmad Sumardi dan Radius, otomatis di PN Painan hanya tersisa 3 orang. Kini PN Painan hanya tinggal 3 orang hakim dengan KPN-nya.

Krisis hakim ini dipicu karena ada regulasi baru yaitu seleksi hakim harus dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA) dan KY. Namun saat MA dan KY siap melaksanakan perekrutran, tiba-tiba sekelompok hakim agung yang tergabung dalam Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) menjegal langkah itu dengan mengajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Alhasil, lima tahun terakhir tidak ada penerimaan hakim baru sama sekali.

"Mestinya sebelum ada penambahan hakim baru, MA dalam hal ini Ditjen Badilum harus pandai-pandai mengatur rotasi dan mutasi hakim," ucap Imam.

Painan adalah sebuah kota kecil yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Kota ini masuk ke dalam wilayah Kecamatan IV Jurai yang dapat diakses melalui Jalan Raya Lintas Sumatera bagian Barat. Painan dapat ditempuh kurang lebih 3 jam dari Padang,

Dalam setahun, PN Painan umumnya menangani 150-an perkara dengan ditambah sidang tilang dan tipiring yang mencapai jumlah ratusan. Dengan hanya memiliki 3 hakim, maka dikhawatirkan layanan kepada pencari keadilan menjadi terhambat. Sebab jika ada satu hakim yang berhalangan, maka sidang mau tidak mau akan ditunda dan berakibat pada lamanya proses sidang.

Sudah waktunya Presiden Jokowi Mmencurahkan perhatiannya kepada pihak Mahkamah Agung yang ikut andil dalam kondisi Pengadilan Negeri yang isinya minim para Hakim, atau memang Ketua MA dan para elitnya harus digantikan dengan Hakim Yang masih enerjik dan gesit berpikir maju menggantikan para hakim yang sudah sepuh dan lemot bertindak untuk kebutuhan masyarakat luas sipencari keadilan. *** Yohanes Suroso.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved