Headlines News :
Home » » Ekonomi Rakyat Pasti Membaik Jika Presden Segera Merombak Kabinetnya

Ekonomi Rakyat Pasti Membaik Jika Presden Segera Merombak Kabinetnya

Written By Infobreakingnews on Senin, 29 Juni 2015 | 06.44


EVALUASI mestinya sebuah keniscayaan dalam organisasi modern. Akan tetapi, tatkala evaluasi dilakukan terhadap para menteri Kabinet Kerja, itu tidak lagi dianggap sebagai keniscayaan. Ragam tafsir berkembang. Salah satunya ialah evaluasi menteri akan berujung perombakan kabinet.

Presiden Joko Widodo pada pertengahan bulan ini melakukan evaluasi kinerja enam bulanan terhadap para menteri Kabinet Kerja. Para menteri diminta menyampaikan laporan realisasi program mulai November 2014 sampai April 2015.

Tak hanya itu, para menteri diminta membuat rencana program enam bulanan, dari Mei 2015 sampai Oktober 2015. Sejauh ini Jokowi belum secara resmi membeberkan hasil evaluasi yang telah dilakukannya. Meski demikian, dari berbagai laporan dan pantauannya selama ini, Jokowi mengakui bahwa ada menteri yang kinerjanya masih buruk.

Pengakuan Jokowi itulah yang ditafsirkan publik bahwa perombakan kabinet tinggal menunggu waktu. Ada yang menyebut akan dilakukan setelah Lebaran. Namun, Jokowi buru-buru mengingatkan semua pihak agar tidak mengganggu kinerja kabinet dengan melemparkan isu perombakan.

Pergantian menteri merupakan sesuatu yang biasa, sangat biasa, dalam pemerintahan yang memiliki adab merit system. Sesuatu yang biasa itu jangan pula dipolitisasi bahwa Jokowi ditekan partai pendukung, apalagi ada partai pendukung langsung minta penambahan jatah menteri.

Merombak atau tidak merombak kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Alangkah bijaknya jika hak itu dipakai seoptimal dan secepat mungkin untuk memberi kepastian sehingga pasar tidak berlama-lama menunggu dalam ketidakpastian. Jangan biarkan pelaku pasar menunggu seperti meniru bunyi tokek: jadi, tidak, jadi....

Kita tidak bisa menutup mata bahwa berdasarkan hasil survei berbagai lembaga, kepuasan publik terhadap kinerja ekonomi merosot tajam dalam enam bulan pertama usia Kabinet Kerja. Sebaliknya, kondisi politik cenderung membaik dan ketegangan antarlembaga hukum berangsur mereda.

Kinerja yang merosot itu pula yang meniupkan wacana perlunya penyegaran kabinet, khususnya di bidang ekonomi. Masih ada peluang untuk memperbaiki kinerja bidang ekonomi sejalan dengan meredanya ketegangan di bidang politik. Sangat disayangkan peluang itu tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Akibatnya ialah aura pesimisme menjalar ke mana-mana, termasuk memantik tekanan terhadap indikator ekonomi seperti nilai tukar rupiah. Sudah saatnya Presiden Jokowi menebar benih optimisme untuk memberi kepastian kepada pelaku ekonomi. Caranya ialah katakan 'ya' jika memang mau merombak kabinet, katakan 'tida' jika tetap mempertahankan komposisi kabinet saat ini.

Jangan membiarkan pelaku pasar secara sendiri-sendiri menafsirkan situasi ekonomi dan politik saat ini. Membiarkan ketidakpastian terlalu lama juga menyiksa para menteri, terutama yang diberi rapor merah pengamat.

Memang, merombak kabinet yang bisa diterima pasar tidaklah mudah. Di situlah tantangan pemimpin. Bagi pelaku pasar, perombakan kabinet merupakan solusi psikologis yang bakal membangkitkan lagi kepercayaan. *** Candra Wibawanti
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved