Headlines News :
Home » » Din Syamsuddin : Teroris Jangan Langsung Ditembak Mati

Din Syamsuddin : Teroris Jangan Langsung Ditembak Mati

Written By Infobreakingnews on Kamis, 04 Juni 2015 | 08.12

Bandung, infobreakingnews - Presiden moderator Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) 2015, sekaligus Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyebut suburnya paham radikal atau kelompok radikal di Tanah Air karena pendekatan yang salah dari pemerintah.
Din memaparkan selama ini banyak teroris ataupun penganut paham radikal yang langsung ditembak mati sehingga sulit mengungkap jaringan ataupun melakukan deradikalisasi.
"Yang terjadi kita tidak tahu (pelaku teror), tetapi tiba-tiba sudah sering tertembak mati sehingga tidak bisa ditanya, mengapa demikian (melakukan teror). Ini yang harus diperbaiki. Kita tetap menolak dan harus perangi terorisme tetapi perlu dengan cara tepat dan jitu," ujar Din yang ditemui usai membuka ACRP di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/6).
Padahal, Din meyakini jika para tokoh agama diizinkan berbicara dengan para pelaku teror tersebut, maka besar kemungkinan meninggalkan paham radikalnya.
"Saya berpendapat dari dulu kalau cara penanganan terorisme di Indonesia seperti yang ada saat ini (tembak mati), itu hanya melanggengkan terorisme. Buktinya, ada program deradikalisasi tapi radikalisasi masih ada. Ini yang harus dievaluasi dan dikoreksi," katanya.
Namun, Din bersyukur karena telah dilakukan pembicaraan antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Detasemen Khusus (Densus) 88 dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna membahas pendekatan terhadap aksi terorisme.
Walaupun, Din tidak membuka hasil pembicaraan tersebut. Tetapi, mengharapkan bahwa pendekatan atau cara penanganan terhadap teroris berubah.
Penyalahgunaan Agama
Lebih lanjut, selaku Ketua PP Muhammadiyah, Din dengan tegas mengatakan bahwa kekerasan yang mengatasnamakan agama tertentu adalah bentuk penyalahgunaan agama.

"Pada dasarnya semua agama, termasuk Islam memandang bahwa kekerasan yang mengatasnamakan agama bukanlah sikap keagamaan. Melainkan, sikap yang beretentangan dengan agama karena tidak ada dasar dalam agama, seperti dalam Islam bagi kekerasan, bagi terorisme. Menghilangkan nyawa orang lain sangat bertentangan dengan Islam," tegas Din.
Bahkan, Din menyebut bahwa kekerasan sampai menghilangkan nyawa yang mengatasnamakan agama adalah bentuk pembegalan nilai-nilai agama yang berorientasi pada kasih sayang dan perdamaian.
Seperti diketahui, dalam kasus terorisme kerap diselesaikan melalui aksi baku tembak dan hasilnya terduga pelaku tewas.
Selain itu, yang kerap terjadi ialah langsung tangkap terhadap terduga teroris yang sempat dinilai sebagai aksi pelanggaran hak asasi manusia.
Sedangkan, program deradikalisasi oleh pemerintah kerap dinilai kurang berhasil. Terbukti, dengan pernyataan mengikuti IS oleh Abu Bakar Ba'asyir yang merupakan pimpinan Jamaah Ansyarut Tauhid (JAT). Padahal, berada dalam tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan.*** Dewi Shinta.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved