Headlines News :
Home » » Bekas Bendahara Korlantas Polri Diperiksa KPK

Bekas Bendahara Korlantas Polri Diperiksa KPK

Written By Infobreakingnews on Jumat, 12 Juni 2015 | 12.34

Kompol (purn) Legimo Pudjo Sumarto 

Jakarta, infobreakingnews -  Kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tahun 2011 terus diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hari ini, Penyidik KPK menjadwalkan bakal memeriksa bekas Bendahara Korlantas Polri, Kompol (purn) Legimo Pudjo Sumarto sebagai saksi dari Sukotjo Sastronegoro Bambang.

Penyidik KPK  hari ini akan memeriksa anggota Polri aktif yakni Endah Purwaningsih dan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Korlantas Polri. "Mereka diperiksa sebagai saksi dari tersangka SSB," kata Kabag Publikasi dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, di Jakarta, Jumat (12/6/2015).

Penyidik KPK pernah memeriksa bekas Bendahara Korlantas Polri, Kompol (purn) Legimo Pudjo Sumarto dan anggota Polri aktif yakni Endah Purwaningsih. Mereka diduga mengetahui kasus dugaan korupsi yang telah menjerat bekas atasannya ini, Irjen Pol Djoko Susilo.

"Penyidik butuh keterangan mereka untuk melakukan penyidikan kasus simulator SIM," kata dia.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 4 tersangka, yakni bekas Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo, bekas Wakil Kepala Korlantas Polri Brigjen Pol Didik Purnomo, Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI), Sukotjo S Bambang, dan Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto.

Dua diantaranya yakni Djoko Susilo dan Didik Purnomo telah menjadi terpidana. Pengadilan Tipikor sudah memvonis Djoko Susilo dengan pidana 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta. Namun, oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta hukumannya diperberat menjadi pidana 18 tahun penjara, denda Rp1 miliar, dan membayar uang pengganti Rp32 miliar.

Pada tingkat kasasi, majelis hakim menguatkan putusan PT DKI Jakarta. Kini Djoko sudah dieksekusi dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Sementara terdakwa lainnya, Didik, juga sudah divonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta.‎ Dia divonis dengan pidana lima tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan

Sedangkan Sukotjo dan Budi saat ini masih menjalani penyidikan di KPK. Keduanya dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 56 KUHP.***Johanda Sianturi
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

-

-
-

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved