Headlines News :
Home » » Agung Sedayu Group Digugat Ke Pengadilan Karena Menjual Rumah Nasabah Secara Licik

Agung Sedayu Group Digugat Ke Pengadilan Karena Menjual Rumah Nasabah Secara Licik

Written By Infobreakingnews on Selasa, 11 November 2014 | 18.13

Lili berbaju Putih didampingi Pengacara Hukumnya, Gelora Tarigan, SH MH
Jakarta, infobreakingnews -  Modus kejahatan yang kerap kali dilakukan sejumlah developer pebisnis properti, menjual secara licik rumah yang telah menjadi milik nasabahnya kepada nasabah baru oleh karena berbagai kelicikan yang dilakukan oleh oknum berbaju supervisor marketing, bagian dari kejahatan terselubung didalam management yang seringkali membuat banyak pihak dirugikan, secara moril, materil dan juga waktu, karena bertele-tele serta membuat pusing para relasi yang secara umum telah mengeluarkan dana ratusan juta rupiah.

Hal ini dialami Lili, seorang wanita pengusaha yang tertarik pada iklan yang gencar ditayangkan disebuah TV swasta, dimana iklan itu secara berkelanjutan ditayangkan dengan menawarkan segala fasilitas nya yang super nyaman, seakan menjanjikan kepada publik calon pembeli, kemudahan bertransaksi dengan para supervisor marketing andal dan profesional, sehingga Lili kemudian semakin tertarik untuk mendatangi sebuah Mall dikawasan Jakarta Barat, dimana saat itu pihak PT.Sumber Kencana Graha, merupakan perusahaan properti yang tergabung dalam Agung Sedayu Grop, sedang mempromosikan proyek perumahan mewah Green Lake City, yang terletak dikawasan Cipondoh Tangerang.

Oleh pihak marketing Green Lake City pun menawarkan rumah elitnya kepada Lili, dan dengan sikap penuh menjanjikan itu, akhirnya Lili pun tertarik untuk membeli sebuah rumah tipe Madelin, Cluster Amerika Latin ,tepatnya unit rumah yang dibeli Lili itu berada di AL 7 Nomor 12, dengan luas tanah 374 M2 dan luas bangunan 214 M2, dengan harga hampir mendekati Rp 5 Miliar

Kemudian Lili dituntun oleh staf marketing bernama Niko dan Hendro untuk segera melakukan booking fee sebesar Rp. 20 juta. Yang selanjutnya rumah yang akan menjadi milik Lili tersebut dicicil dalam jangka 5 tahun, dimana setiap bulannya Lili diwajibkan membayar cicilan sebesar Rp 80.890.000,.(Delapan Puluh Juta ,delapan Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah). Disini Lili telah membayarkan cicilannya hingga 4 kali. Atau sama dengan pihak management PT.Sumber Kencana Graha, yang merupakan Properti Agung Sedayu Group, telah menerimah sebesar Rp 323.560.000,.dari Lili.

Namun pada menjelang masa cicilan ke 5 itu, Lili mengalami kesulitan keuangan, sehingga cepat menghubungi Niko dan Hendra, agar bisa memberikan kelonggaran, yang sempat disanggupi oleh Niko dan Hendra untuk mengoperkan rumah Lili itu kepada pihak lain, dengan catatan sejumlah uang yang telah dikeluarkan Lili itu, bisa kembali.

Janji serta pengharapan pun terus dilakukan oleh kedua supervisor marketing PT.Sumber Kencana Graha tersebut kepada Lili, hingga pada akhirnya Lili berniat akan meneruskan lagi cicilan rumahnya. Disinilah Niko dan Hendra bermain licik, dari mulai Denda sebesar Rp 14 juta yang akan dikenakan kepada Lili, hingga Lili yang sudah siap akan melunasi tunggakan serta denda tersebut, terus dipermainkan hingga akhirnya barulah Lili sadar kalau rumahnya senilai hampir Rp 5 Miliar itu tekah dijual kepada pihak lain. 

"Tujuan saya menggugat pihak Green Lake City ke Pengadilan adalah untuk saya bisa mendapat kembali rumah saya di Madelin Cluster Amerika Latin (AL 7 Nomor 12) itu, karena sejak awal saya sudah siap untuk melunasi tunggakan yang sempat dipermainkan itu, serta biaya dendanya dan hingga bayaran cicilan bulan terakhir ini. " kata Lili kepada wartawan sesaat usai persidangan.

" Kalau pihak Green Lake City masih terus berdalih, saya akan menempuh jalur hukum secara maksimal dan mengungkapkan kecurangan mereka yang cukup banyak kepada pihak korban lainnya." tandas Lili.

Atas kelicikan yang dilakukan pihak management properti yang tergabung dalam nama besar Agung Sedayu Group itulah, Lili melalui kuasa hukumnya, Gelora Tarigan, SH MH, seorang pengacara kondang yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Gerakan Sadar Hukum Indonesia ( Grashi) mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

"Bilamana nanti terbukti gugatan perdata yang sedang berjalan dipersidangan ini diterima oleh majelis hakim yang diketuai Hakim Sinung Hermawan, maka secara otomatis perkara ini bisa meningkat menjadi perkara Pidana, karena kelicikan yang telah merugikan pihak lain, adalah merupakan sebuah bentuk kejahatan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 372, 374 dan 378 KUHP dengan ancaman maksimal 6 Tahun penjara." ungkap Gelora Tarigan kepada infobreakingnews.com, sesaat usai acara persidangan, Selasa (11/11/2014) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sidang gugatan ini ditunda pada pekan mendatang, guna mendengarkan keterangan saksi yang diajukan pihak penggugat, terhadap pihak management properti Pt. Sumber Kencana Graha yqng secara licik menjual rumah nasabahnya kepada pihak lain, sehingga menimbulkan kerugian Ratusan Juta sebagaimana yang dialami Lili. *** Emil F Simatupang.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved