Headlines News :
Home » » Hakim Diminta Bebaskan Budi Suryanto Dari Hukuman

Hakim Diminta Bebaskan Budi Suryanto Dari Hukuman

Written By Emil Foster Simatupang on Senin, 01 Juli 2013 | 10.54


Jakarta, infobreakingnews  -  Yudhistira Putra Sakti,SH Pengacara dan Penasehat Hukum Terdakwa Budi Suryanto,yang didakwa dan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko ,SH ,satu tahun ,enam bulan penjara ,di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Terdakwa  kasus dugaan tindak pidana Penggelapan mobil Honda  All New Civiv  ,tahun 2008,warna hitam dengan Nomor Polisi B-6238-FM ,atas dilaporkannya ke Polres Metro Jakarta Pusat, oleh saksi pelapor Ferdina Suparman ,yang memberikan keterangannya mengenai Budi Suryanto yang bekerja pada PT, WEALTH CREATION ,sejak 1 Desember 2008  sampai diberhentikannya terdakwa oleh saksi pelapor Ferdina Suparman sebagai Direktur PT.WEALTH CREATION ,pada 15 Agustus 2012 ,juga mendalilkan sebagai karyawan PT. Wealth Creation dengan jabatan Chif operating officer ,diangkat secara lisan, Hal ini ditegaskan Yudhistira Putra Saksi,SH, dalam Pledoy nota Pembelaan yang di bacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut, Yudhistira Putra Saksi, perkara tersebut terjadi ,atas dasar Laporan Ferdina Suparman ,yang melaporkan Budi Suryanto  kepihak kepolisian  Jakarta Pusat,yang menuduh telah menggelapkan Mobil Honda All New Civic warna hitam  tahun 2008, dengan Nomor Polisi B-6238 FM ,STNK atas Nama Ferdina Suparman ,dengan cara membeli secara kredit , padahal terdakwa Budi Suryanto,mendapatkan Mobil Honda All New Civic ,dari hasil penjualan mobil Panther terdakwa Budi Suryanto ,itu pun yang menyuruh Ferdina Suparman ,sebagai uang DP mobil Honda  All Civic tahun 2008 dengan Nomor Polisi B-6238- Fm ,melalui transper Rekening BCA  dan bukti kwitansi Honda Mugen puri N0.0003913, sebesar Rp. 86.153,000,-{delapan puluh enam juta seratus lima puluh tiga ribu rupiah},dan kwitansi Honda Mugen Puri  N0.0003569,sebesar Rp.5 juta rupiah  dari hasil penjualan mobil Panther milik terdakwa sendiri.

Oleh karena itu Yudhistira Putra Sakti, meminta  Hakim Pengadilan Negeri  Jakarta Pusat, yang diketuai , Kasianus T,SH  ,untuk membebaskan terdakwa Budi Suryanto dari tuntutan hukum ,,sesuai dengan pasal 191 ayat (1) KUHAP ,yang berbunyi sebagai berikut “ Jika Pengadilan berpendapat ,bahwa perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa terbukti ,tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana ,maka terdakwa diputus lepas dari segala tuntutan hukum ,dengan gambalng dan tegas Yudistira menegaskan perkara klaiennya itu bukan perkara pidana ,malaikan perkara murni perdata ,karena  telah terjadi kesepakatan antara terdakwa Budi Suryanto dengan saksi pelapor Perdina Suparman  melalui komunikasi social Media Whatsapp tertanggal 14 Juli 2012.oleh karena itu tuntutan Jaksa Penuntut Umum harus ditolak dan tidak dapat diterima ,Ujarnya ***Syarifpudin




Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

gif maker

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved