Headlines News :
Home » » Sejumlah Hakim Merasa Disetir Ketua PN Jakarta Utara.

Sejumlah Hakim Merasa Disetir Ketua PN Jakarta Utara.

Written By Emil Foster Simatupang on Kamis, 06 Juni 2013 | 09.54

Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara
Jakarta, infobreakingnews -  Sejumlah hakim di Pengadilan Negeri  Jakarta Utara menyatakan tidak dapat mempertanggungjawabkan vonis yang dijatuhkan terhadap beberapa terdakwa pelaku berbagai tindak kejahatan yang di sudah atau akan di vonis.



Pasalnya, putusan atau hukuman yang dijatuhkan itu tidak hasil musyawarah majelis hakimnya, tetapi atas permintaan Ketua PN Jakarta Utara, sebagai pimpian mereka.
"Majelis hakim yang menangani suatu perkara sering kali hanya formalitas saja. Putusan perkara itu sudah ada di tangan pimpinan PN Jakarta Utara sejak awal, atau sebelum kasusnya disidangkan. Majelis hakim hanya boneka saja di ruang sidang," ujar seorang hakim PN Jakarta Utara yang enggan disebut jati dirinya, kemarin.

Hakim lainnya yang kebanjiran perkara "berbobot" juga mengeluhkan hal serupa. Ia mengaku merasa berdosa menjatuhkan hukuman yang sesungguhnya bukan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, dan bukan pula atas pertimbangan atau hasil musyawarah majelis hakim.

"Saya sebenarnya lebih suka cepat-cepat dipindahkan dari PN Jakarta Utara ini. Kalau saya lama di sini dosa saya terhadap terdakwa-terdakwa yang kasusnya disidangkan akan semakin banyak. Semua itu disebabkan putusan-putusan yang dijatuhkan berdasarkan pesanan pimpinan, dan bukan hasil pertimbangan kami selaku majelis hakim," katanya mengeluhkan situasi yang membuatnya merasa bersalah itu.
Perkara atau kasus yang putusannya "diinden" pimpinan PN Jakarta Utara, beber hakim-hakim PN Jakarta Utara lainnya, bervariasi. Bisa juga perkara narkotika, namun yang lebih sering kasus yang ada pihak dirugikan seperti kasus penipuan dan penggelapan serta pemalsuan.

"Kalau putusannya sudah ditentukan sejak awal, tidak ada lagi semangat untuk memeriksa dan menggali fakta-fakta sesungguhnya kasus tersebut," tutur hakim lainnya. Kecuali kalau permintaan pimpinan PN Jakarta Utara itu untuk menghukum seberat-beratnya terdakwa.

"Daripada "diocehin" terdakwa dan pembelanya lebih baik dicari di berbagai sisi kejahatan terdakwa itu," paparnya. Itu yang terjadi jika permintaan dari pihak yang dirugikan. Jika terdakwanya yang ditolong, apalagi kalau tak ada saksi yang dirugikan, majelis hakim bersidang "sandiwara" saja.

Ketua PN Jakarta Utara Siswandriyono yang selama ini seringkali dituding "menginden" putusan suatu perkara itu, membantah dengan tegas kalau dirinya mengatur beberapa majelis hakim dalam menyidangkan dan memutus berbagai kasus.

"Saya selama ini selalu menjaga independensi setiap majelis hakim. Saya tak mau mencampuri penanganan suatu perkara. Kalau sudah saya tunjuk majelis hakim yang menanganinya, saya serahkan sepenuhnya penangannya kepada majelisnya," ujarnya baru-baru ini di PN Jakarta Utara. ***Wilmar P
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

gif maker

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved