Headlines News :
Home » » Passing Grade di SMAN 1 Margahayu Dijadikan Ajang Bisnis

Passing Grade di SMAN 1 Margahayu Dijadikan Ajang Bisnis

Written By Emil Foster Simatupang on Jumat, 12 Oktober 2012 | 20.53


Bandung, Infobreakingnews - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah-sekolah negeri yang banyak diminati pendaftar, sering sekali dijadikan ladang bisnis oleh oknum-oknum tertentu, yang mampu memasukkan siswa ke suatu sekolah dengan jalur belakang, walau nilai ujian akhir nasional siswa tersebut jauh di bawah standar yang telah ditentukan oleh sekolah yang bersangkutan.

Pihak sekolah pun diduga turut bermain dengan oknum-oknum tersebut, sehingga para siswa yang masuk melalui jalur belakang tersebut kini resmi menjadi siswa sekolah tersebut.
Seperti yang terjadi di SMAN 1 Margahayu, Kabupaten Bandung. Pada PPDB Tahun Pelajaran 2012/2013 sekolah ini telah mematok passing grade atau batas terendah jumlah Nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) yang diterima yakni 35,35. Namun kenyataannya banyak siswa yang diterima meski nilai UAN-nya jauh di bawah passing grade.
Siswa yang diterima meski nilainya di bawah passing grade ini tentunya tidak gratis. Salah seorang orang tua siswa mengatakan, dirinya tahu persis teman anaknya yang diterima di sekolah tersebut meski nilainya jauh di bawah passing grade.
“Saya tahu persis nilainya di bawah passing grade, diurusnya bersamaan dengan anak saya kok. Nomor pendaftarannya pun saya tahu,” ujarnya.
Kabar yang beredar siswa yang diterima melalui jalur belakang tersebut mengeluarkan uang sebesar Rp3-5 juta. Hal lain yang dikeluhkan terkait PPDB di SMAN 1 Margahayu, sekolah dalam penerimaan siswa seolah-olah memberlakukan SKB dua menteri antara Kemendikbud dengan Kementerian Agama terkait PPDB. Namun dalam praktiknya, terjadi penyimpangan yang sulit dipantau oleh pihak luar. Terutama dalam penerimaan siswa dari jalur lingkungan yang dalam bahasa ketentuan PPDB Kemendikbud dan Kemenag adalah soal jarak siswa dan sekolah dan jalur prestasi. Masyarakat tidak mengetahui pasti apa parameter siswa yang diterima melalui kedua jalur ini, baik jalur lingkungan maupun prestasi.
Hal ini membuat banyak orang tua yang merasa dipermainkan oleh pihak sekolah. Bagi orang tua yang mampu mungkin berapapun dana yang harus dikeluarkan tidak menjadi masalah. Namun bagi orang tua yang tidak mempunyai uang cukup tentunya akan menimbulkan kecemburuan.
Diduga penerimaan siswa baru dengan sistem yang ‘kotor’ juga diketahui oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Pasalnya diduga ada oknum pegawai Disdik yang ikut bermain.
Atas berbagai persoalan kesemrawutan PPDB di SMAN 1 Margahayu, pihak orang tua murid meminta aparat penegak hukum segera memeriksa hasil PPDB di sekolah tersebut dan menindak tegas pihak-pihak yang bermain, sehingga ke depan diharapkan sistem PPDB tidak lagi dikotori oleh perbuatan-perbuatan oknum yang dapat mencoreng wajah dunia pendidikan.
Sementara Kaur TU di SMAN 1 Margahayu, Deni, yang dihubungi Selasa (10/7) di kantornya mengatakan, untuk PPDB tahun 2012 ini pihak sekolah ada komitmen dengan lembaga, yakni Dinas Pendidikan dan Lanud Sulaiman. “Kita akan menerima siswa yang diajukan kedua lembaga itu,” ujarnya.
Hal ini juga tidak dibantah oleh Kepala SMAN 1 Margahayu Drs Amin Wijaya MMPd. Menurutnya, pihak sekolah ada MoU dengan pihak Lanud Sulaiman, mengingat sekolah juga berada di lahan milik Lanud Sulaiman. “Kita ada MoU dengan Lanud Sulaiman, karena lahan sekolah adalah milik Lanud Sulaiman. MoU saat itu disaksikan oleh Bupati,” ujarnya.
Amin juga tidak membantah jika ada di antara siswa yang diterima tersebut nilainya di bawah passing grade. Namun ia mengaku tidak ada menerima uang dari jalur belakang tersebut. Dalam kesempatan ini Amin menjelaskan, pada PPDB tahun pelajaran 2012/2013 SMAN 1 Margahayu menerima siswa baru sebanyak 400 siswa, yakni 10 kelas. ***Rudy Janto Soelaiman
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

gif maker

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved